Napas Bau Bikin Tak Percaya Diri? Ini Cara Sederhana Menjaga Mulut Tetap Segar

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:16 WIB
ILUSTRASI: Menjaga kebersihan gigi dan lidah menjadi salah satu cara membantu mempertahankan napas tetap segar.
ILUSTRASI: Menjaga kebersihan gigi dan lidah menjadi salah satu cara membantu mempertahankan napas tetap segar.

PONTIANAK POST - Bau mulut atau halitosis bisa mengganggu rasa percaya diri, terutama ketika harus berbicara dekat dengan orang lain. Kondisi ini tidak selalu hanya disebabkan makanan, tetapi juga dapat berkaitan dengan kebersihan mulut, kondisi gigi dan gusi, hingga mulut kering.

Kabar baiknya, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga napas tetap segar. Mayo Clinic menyebut sebagian besar kasus bau mulut bermula dari dalam mulut dan dapat membaik dengan menjaga kebersihan gigi serta mulut.

1. Sikat gigi secara rutin

Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari merupakan langkah dasar untuk menjaga kebersihan mulut. Gunakan pasta gigi berfluoride dan luangkan waktu sekitar dua menit setiap kali menyikat.

Sisa makanan dan plak yang tidak dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau. Mayo Clinic juga menyarankan menyikat gigi setelah makan bila memungkinkan.

Baca Juga: Bau Badan dan Bau Mulut Sulit Hilang? Coba 8 Bahan Dapur yang Mudah Ditemukan Ini

2. Jangan lupakan bagian lidah

Lidah memiliki permukaan yang tidak rata sehingga bakteri dan sisa makanan dapat menumpuk di dalamnya. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap bau mulut.

Karena itu, bersihkan lidah secara perlahan menggunakan sikat gigi atau pembersih lidah. Tidak perlu menggosok terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi.

Baca Juga: Cara Menjalani Hidup Sehat, 7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Dilakukan Setiap Hari

3. Bersihkan sela-sela gigi

Menyikat gigi saja belum tentu mampu membersihkan seluruh bagian mulut. Sisa makanan yang terselip di antara gigi dapat menjadi sumber bau.

Gunakan benang gigi atau alat pembersih interdental setidaknya sekali sehari untuk membantu menghilangkan sisa makanan dan plak di sela-sela gigi.

4. Perbanyak minum air putih

Mulut kering dapat membuat bau napas semakin terasa. Air liur sebenarnya membantu membersihkan mulut dengan membawa sisa makanan dan menjaga keseimbangan lingkungan di dalam mulut.

Karena itu, cukup minum air dan menjaga mulut tetap lembap dapat membantu mengurangi masalah tersebut. Permen karet tanpa gula juga dapat merangsang produksi air liur.

Baca Juga: Ahli Gizi Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Karbohidrat untuk Menjaga Gula Darah

5. Perhatikan makanan dan minuman

Beberapa jenis makanan, seperti bawang putih, bawang bombai dan makanan tertentu yang memiliki aroma kuat, dapat memengaruhi bau napas. Kopi dan alkohol juga dapat berkontribusi terhadap bau mulut atau membuat mulut lebih kering.

Bukan berarti makanan tersebut harus selalu dihindari, tetapi memperhatikan konsumsinya dapat membantu ketika ingin menjaga napas tetap segar.

6. Bersihkan gigi palsu dan alat gigi

Bagi pengguna gigi palsu, retainer, pelindung gigi atau alat ortodontik tertentu, kebersihan perangkat tersebut juga perlu diperhatikan.

Sisa makanan dan bakteri dapat menumpuk pada perangkat yang tidak dibersihkan dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan bau.

7. Jangan abaikan bau mulut yang terus-menerus

Permen, obat kumur atau produk penyegar napas dapat membantu menyamarkan bau untuk sementara. Namun, jika bau mulut tetap muncul meski kebersihan mulut sudah dijaga, penyebabnya perlu diperiksa.

Bau mulut yang menetap dapat berkaitan dengan masalah gigi dan gusi, mulut kering, infeksi mulut, batu amandel, gangguan sinus, hingga kondisi kesehatan tertentu. Jika tidak membaik setelah melakukan perubahan kebiasaan, pemeriksaan ke dokter gigi dianjurkan.

Menjaga napas tetap segar pada dasarnya bukan hanya soal menggunakan penyegar mulut. Kebiasaan menyikat gigi, membersihkan lidah dan sela gigi, cukup minum, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin menjadi bagian penting dari kesehatan mulut secara keseluruhan. (*)

Editor : Rafael B. Junior
napas segar kebersihan mulut tips kesehatan bau mulut kesehatan gigi