Hindari Konten Eksploitasi Bencana dan Terapkan Etika Berbagi di Sosmed

Chairunnisya • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi seorang wanita sedih dan panik melihat bencana banjir di media sosialnya (AI)
Ilustrasi seorang wanita sedih dan panik melihat bencana banjir di media sosialnya (AI)

PONTIANAK POST - Kemajuan media sosial memudahkan masyarakat untuk bergotong-royong mengumpulkan donasi saat bencana alam terjadi.

Penghimpunan dana secara daring (online) dapat menjangkau ribuan donatur dalam waktu singkat. Namun, kemudahan ini harus diimbangi dengan etika, keterbukaan, dan rasa hormat terhadap para penyintas.

Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas Donasi

Mengajak publik untuk menyalurkan sebagian rezekinya membutuhkan kepercayaan yang besar. Oleh karena itu, penggalang dana wajib menyampaikan informasi secara jelas dan transparan mengenai pengelolaan uang yang terkumpul.

Baca Juga: Stop Jadi Wisatawan Bencana dan Kenali Peran Relawan Sesuai dengan Kompetensi

Etika juga diperlukan ketika mengajak orang lain berdonasi, terutama melalui media sosial. Penggalang bantuan perlu menjelaskan secara terbuka untuk apa dana dig unakan, siapa pe nerimanya, dan bagaimana mekanisme penyalurannya.

Koordinasi dengan lembaga atau pihak yang menangani situasi di lapangan juga di perlukan agar bantuan tidak tumpang tindih.

Stop Eksploitasi Kesedihan demi Konten

Membuat konten tentang bencana demi menggugah rasa simpati adalah hal yang wajar, namun menjadikannya sebagai alat eksploitasi penderitaan korban adalah tindakan yang melanggar etika kemanusiaan.

Baca Juga: Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menyumbang Makanan dan Obat untuk Bencana Alam

’’Jangan hanya mengunggah konten bencana untuk me ngundang simpati, tetapi tidak menjelaskan tujuan dan pertanggungjawaban peng galangan dana tersebut,’’ kata Ketua SAR Surabaya Tirta Muhammad Rizki, dikutip dari Jawapos.

Menghormati Kemanusiaan dan Martabat Penyintas

Pada akhirnya, tujuan utama dari aktivitas donasi dan penggalangan bantuan adalah untuk meringankan beban korban sekaligus memperlakukan mereka secara terhormat.

Baca Juga: Cara Mengirim Bantuan Bencana Agar Tepat Sasaran Dan Tidak Menimbul Masalah Baru

Yang patut diingat, kesedihan dan penderitaan korban bukanlah bahan eksploitasi demi konten. (*) 

Editor : Chairunnisya
penggalangan dana bencana donasi media sosial etika konten bencana eksploitasi bencana transparansi donasi