Jangan Sepelekan Pertemanan, Hubungan Sosial yang Kuat Bisa Bantu Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB
ILUSTRASI: Pertemanan yang kuat dan penuh dukungan dapat membantu seseorang mengelola stres serta menjalani kebiasaan hidup yang lebih sehat.
ILUSTRASI: Pertemanan yang kuat dan penuh dukungan dapat membantu seseorang mengelola stres serta menjalani kebiasaan hidup yang lebih sehat.

PONTIANAK POST - Memiliki teman dekat ternyata bukan hanya membuat kehidupan sosial terasa lebih menyenangkan. Hubungan pertemanan yang kuat juga disebut berkaitan dengan kesehatan jantung dan dapat membantu seseorang menjalani hidup lebih sehat.

Dikutip dari Real Simple, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat cenderung memiliki umur lebih panjang. Sebaliknya, minimnya jaringan sosial dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke sekitar 30 persen.

Para ahli menjelaskan, manfaat tersebut tidak semata-mata berasal dari aktivitas bersama teman. Dukungan emosional, kemampuan menghadapi stres, hingga kebiasaan hidup yang saling memengaruhi menjadi beberapa alasan mengapa hubungan sosial dapat berkaitan dengan kesehatan jantung.

Baca Juga: Deep Talk dengan Sahabat, Cara Sederhana nan Ampuh Redakan Stres dan Perkuat Mental

Teman Bisa Membantu Mengelola Stres

Stres merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan jantung. Kondisi tersebut dapat mengganggu tidur, meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan.

Roy Ziegelstein, MD, MACP, editor-in-chief DynaMed di EBSCO Clinical Decisions, menjelaskan bahwa tubuh dapat memberikan respons fight-or-flight ketika menghadapi situasi yang membuat stres.

Jika respons tersebut berlangsung berulang dan tidak terkendali, tekanan darah serta peradangan dapat meningkat. Kondisi itu pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Di sinilah pertemanan yang bermakna dapat memberikan manfaat. Berbicara dengan orang yang dipercaya mengenai masalah yang sedang dihadapi dapat membantu seseorang mengelola situasi penuh tekanan dengan lebih baik.

Namun, Ziegelstein menekankan bahwa pertemanan tidak serta-merta menghilangkan stres. Hubungan yang bermakna lebih berperan dalam membantu seseorang menghadapi respons tubuh terhadap stres.

Baca Juga: Konflik dengan Sahabat Tak Selalu Buruk, Begini Cara Menghadapinya dengan Tepat

Kebiasaan Sehat Bisa Ikut Menular

Lingkungan pertemanan juga dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari.

Temuan dari Framingham Heart Study, penelitian jangka panjang yang melibatkan ribuan orang hingga tiga generasi untuk mempelajari faktor risiko penyakit kardiovaskular, menunjukkan bahwa jaringan sosial memiliki pengaruh terhadap keputusan seseorang untuk berhenti merokok.

Pengaruh tersebut sejalan dengan pemahaman bahwa dukungan sosial dapat membantu seseorang membangun dan mempertahankan kebiasaan yang lebih sehat.

Misalnya, teman dapat mengajak berolahraga, mengingatkan untuk menjaga pola makan atau membantu seseorang meninggalkan kebiasaan yang kurang baik.

Menurut Ziegelstein, dukungan dari orang-orang yang memiliki kebiasaan sehat dapat membantu seseorang mempertahankan perilaku yang mendukung kesehatan sekaligus menghindari kebiasaan yang merugikan.

Baca Juga: Teman Suka Menyendiri, Bisa Jadi Dia Seorang yang Cerdas

Teman Juga Bisa Mendorong untuk Periksa

Manfaat pertemanan tidak berhenti pada aktivitas sehari-hari. Orang terdekat juga dapat berperan ketika seseorang mulai mengalami masalah kesehatan.

Teman yang mengenal kondisi seseorang dengan baik bisa menjadi pihak yang mengingatkan untuk mencari pertolongan medis ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Ziegelstein menyebut hubungan yang bermakna dapat membuat seseorang lebih kecil kemungkinannya mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan penyakit jantung dan mendorong mereka mencari bantuan medis yang diperlukan.

Dengan demikian, perhatian dari orang terdekat dapat menjadi salah satu bentuk dukungan dalam menjaga kesehatan.

Kesepian Juga Perlu Diwaspadai

Selain memberikan dukungan, hubungan sosial yang sehat juga berkaitan dengan kondisi emosional seseorang.

Kecemasan dan depresi diketahui sebagai faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner. Sementara itu, orang yang mengalami isolasi sosial lebih mungkin menunjukkan sejumlah penanda yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi.

Alan Rozanski, MD, profesor kedokteran dan direktur kardiologi nuklir di Mount Sinai, menyebut dampak kesepian terhadap risiko penyakit jantung memiliki besaran yang sebanding dengan beberapa faktor risiko lain seperti merokok atau obesitas.

Karena itu, membangun hubungan sosial yang bermakna menjadi hal yang tidak kalah penting. Interaksi langsung dan percakapan yang mendalam dinilai lebih berarti dibandingkan sekadar komunikasi singkat melalui media digital.

Sesekali menghubungi teman, bertemu untuk berbincang atau melakukan aktivitas bersama dapat menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial tetap sehat.

Menjaga Pertemanan Bisa Jadi Bagian dari Hidup Sehat

Pertemanan yang kuat memang bukan pengganti pola makan sehat, aktivitas fisik, pemeriksaan medis atau kebiasaan hidup sehat lainnya.

Namun, hubungan sosial yang bermakna dapat memberikan dukungan emosional sekaligus membantu seseorang menghadapi stres dan mempertahankan kebiasaan yang lebih baik.

Pada akhirnya, memiliki orang-orang yang dapat dipercaya bukan hanya membuat kehidupan terasa lebih menyenangkan. Hubungan tersebut juga dapat menjadi salah satu bagian dari lingkungan yang mendukung kesehatan secara keseluruhan. (rbj)

Editor : Hanif
kesehatan jantung kesehatan mental mengelola stres pertemanan gaya hidup sehat