PONTIANAK POST - Philodendron Pink Princess dapat diperbanyak menjadi beberapa tanaman melalui teknik propagasi.
Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh daun berwarna merah muda, melainkan kondisi batang dan keberadaan node atau ruas yang sehat.
Balcony Garden Web menyebutkan, pemilihan potongan batang menjadi tahap penting karena tidak semua bagian tanaman cocok digunakan untuk propagasi.
Baca Juga: Snake Plant Bisa Berbunga Setahun Sekali, Ini 8 Cara untuk Memancing Bunganya
1. Pilih Batang dengan Node Sehat
Pilih tanaman Pink Princess yang sedang tumbuh aktif serta tidak menunjukkan tanda hama, penyakit, atau jaringan busuk. Potongan batang setidaknya harus memiliki satu node sehat.
Pada Philodendron yang merambat, node biasanya terlihat sebagai bagian batang yang sedikit menonjol atau berupa sambungan di dekat tempat daun dan tangkai daun tumbuh.
Bagian batang yang memiliki jaringan hijau dan merah muda dinilai lebih baik daripada bagian yang hampir seluruhnya berwarna merah muda atau putih.
Baca Juga: Punya Tanaman Hias di Dalam Rumah? Ini Cara Merawatnya agar Tumbuh Sehat dan Cantik
Jaringan hijau memiliki klorofil yang dibutuhkan untuk fotosintesis.
Jika terdapat akar udara pada node, bagian tersebut sebaiknya tetap dipertahankan karena dapat berkembang menjadi akar yang berfungsi.
2. Potong di Bawah Node
Gunakan gunting pangkas atau gunting yang tajam dan bersih. Pisau atau gunting dapat dibersihkan menggunakan alkohol sebelum digunakan.
Baca Juga: Tak Sengaja 3 Spesies Baru Ditemukan dari Tanaman Hias Kolektor, Begini Ceritanya
Potongan dibuat tepat di bawah node dengan menyisakan sedikit bagian batang. Setiap potongan harus memiliki setidaknya satu node yang layak.
Pola variegasi pada tanaman baru tidak selalu sama dengan tanaman induknya. Karena itu, artikel tersebut menyarankan membuat beberapa potongan sekaligus.
3. Gunakan Air atau Sphagnum Moss
Ada beberapa pilihan media untuk menumbuhkan akar. Cara menggunakan air menjadi salah satu metode paling mudah karena perkembangan akar dapat dilihat langsung.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Tanaman Hias Unik, Jangan Hanya Tergiur Variegata
Tempatkan potongan pada wadah berisi air dengan posisi node terendam. Daun dan tangkai daun harus tetap berada di atas permukaan air.
Air dapat diganti sekitar satu minggu sekali atau lebih cepat jika mulai keruh, kotor, atau berbau.
Sphagnum moss juga dapat digunakan, terutama untuk potongan pendek atau bentuk batang yang sulit diposisikan di dalam air.
Moss terlebih dahulu dibasahi, kemudian diperas hingga tidak terlalu basah. Setelah itu, node ditempatkan pada atau sedikit masuk ke dalam moss.
Baca Juga: 4 Cara Membasmi Fungus Gnats, Lalat Kecil yang Sering Muncul di Tanaman Hias
4. Berikan Cahaya Tidak Langsung
Selama proses pembentukan akar, tanaman membutuhkan cahaya terang tetapi tidak langsung. Lokasi di dekat jendela yang menghadap timur dapat memberikan cahaya terang yang tersaring.
Posisi beberapa meter dari jendela yang menghadap selatan atau barat juga dapat digunakan, terutama jika cahaya matahari dilembutkan dengan tirai tipis.
Hindari tempat yang terlalu gelap serta lokasi tepat di dekat pendingin ruangan atau pemanas karena perubahan suhu dan kelembapan dapat terjadi. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Tiga Jenis Lohansung Favorit Penghobi Tanaman Hias Menurut Samuel Hendyanto
5. Coba Teknik Air Layering
Air layering dapat menjadi pilihan untuk bagian tanaman dengan variegasi yang bagus dan pemilik tanaman belum ingin langsung memotongnya.
Caranya dengan merangsang akar tumbuh pada node ketika bagian tersebut masih menempel pada tanaman induk. Node dibungkus dengan sphagnum moss lembap dan dijaga tetap lembap sampai akar terbentuk.
Setelah kumpulan akar cukup berkembang, bagian tersebut dapat dipotong di bawah node dan dipindahkan ke wadah kecil berisi media aroid yang gembur serta memiliki drainase baik.
6. Jangan Terburu-buru Memindahkan ke Media Tanam
Potongan yang baru memiliki satu tonjolan akar belum tentu siap ditanam secara mandiri.
Baca Juga: Alocasia, Tanaman Hias Daun Eksotis untuk Hadirkan Nuansa Tropis di Rumah
Untuk potongan yang diperbanyak menggunakan air, akar sekitar 2–5 sentimeter, terutama jika sudah memiliki percabangan, menjadi waktu yang dapat dipertimbangkan untuk memindahkannya ke media tanam.
Gunakan media aroid yang gembur dan memiliki drainase baik agar air serta udara dapat mencapai akar.
Setelah ditanam, media perlu dijaga tetap sedikit dan merata lembap, tetapi tidak sampai tergenang.
Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Tumbuh di Air dan Bantu Menyaring Udara
Variegasi Tidak Selalu Sama
Perbanyakan Philodendron Pink Princess membutuhkan kesabaran dan pemilihan node yang tepat.
Akar relatif lebih mudah dipantau perkembangannya, sedangkan pola warna merah muda pada tanaman baru tidak dapat dipastikan akan sama dengan tanaman induk.
Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias
Karena itu, pemilihan node dengan jaringan hijau dan merah muda serta kondisi tanaman yang sehat menjadi bagian penting dalam proses propagasi. (*)
Editor : Chairunnisya