Pahlawan Revolusi Sutoyo Siswomiharjo Ternyata Pernah Bekerja sebagai Pegawai Pemerintahan

Silvina • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:49 WIB

 

Sutoyo Siswomiharjo meniti karier panjang dari pegawai pemerintah hingga menduduki jabatan Jaksa Militer Utama. (DOK WIKIPEDIA)
Sutoyo Siswomiharjo meniti karier panjang dari pegawai pemerintah hingga menduduki jabatan Jaksa Militer Utama. (DOK WIKIPEDIA)

 

PONTIANAK POST – Sutoyo Siswomiharjo memiliki perjalanan karier yang panjang sebelum dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Angkatan Darat. Ia mengawali kehidupan profesional sebagai pegawai pemerintah sebelum bergabung dengan satuan Polisi Tentara Keamanan Rakyat.

Sutoyo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 28 Agustus 1922. Setelah menamatkan pendidikan di AMS, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Sutoyo bekerja sebagai pegawai pemerintah di Purworejo. Namun, pekerjaan itu ditinggalkannya pada 1944.

Baca Juga: Jenderal Ahmad Yani Tak Tamat AMS,  Pernah Belajar Strategi Militer di Amerika dan Inggris

Bergabung dengan Polisi Tentara

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Sutoyo memilih bergabung dengan satuan Polisi Tentara Keamanan Rakyat.

Tak lama kemudian, ia mendapat tugas sebagai ajudan Jenderal Gatot Subroto yang saat itu menjabat sebagai komandan polisi militer.

Baca Juga: Jenderal S. Parman Ternyata Adik Petinggi PKI, tetapi Berseberangan hingga Gugur di Lubang Buaya

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Sutoyo di lingkungan polisi militer. Kariernya terus berkembang setelah lama bertugas di bidang tersebut.

Pada 1954, Sutoyo menjabat sebagai Kepala Staf Markas Besar Polisi Militer.

Pernah Bertugas di Inggris

Baca Juga: Bukan Sekadar Jenderal, MT Haryono Kuasai Tiga Bahasa dan Jadi Andalan Indonesia dalam Perundingan

Beberapa tahun setelah menduduki jabatan tersebut, Sutoyo ditugaskan sebagai asisten atase militer di Kedutaan Besar Indonesia di Inggris.

Penugasan itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan kariernya di luar negeri sebelum kembali menjalankan tugas di lingkungan Angkatan Darat.

Pada 1960, Sutoyo menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando di Bandung. Setelah itu, ia ditugaskan sebagai Inspektur Kehakiman Angkatan Darat.

Baca Juga: Sebelum Jadi Jenderal, R. Suprapto Pernah Dipenjara Jepang hingga Ikuti Pelatihan Keibodan

Kariernya kemudian berlanjut hingga menjadi Inspektur Kehakiman atau Jaksa Militer Utama dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI.

Dari Polisi Militer ke Jaksa Militer Utama

Menurut Biografiku, perjalanan Sutoyo memperlihatkan perubahan peran yang cukup panjang, mulai dari pegawai pemerintah, bergabung dengan Polisi Tentara, menjadi ajudan Gatot Subroto, hingga menduduki posisi tertinggi dalam bidang kehakiman militer.

Baca Juga: Sebelum Gugur pada 1965, D.I. Pandjaitan Pernah Memimpin Perbekalan Perjuangan PDRI

Perjalanan tersebut kemudian berakhir pada peristiwa 1965. Sutoyo termasuk dalam daftar perwira tinggi Angkatan Darat yang dijemput pasukan Cakrabirawa dari rumahnya.

Ia kemudian dibawa ke wilayah Lubang Buaya di Halim Perdanakusuma. Sutoyo tewas setelah mengalami penyiksaan dan eksekusi bersama sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat lainnya.

Jasad Sutoyo dimasukkan ke dalam sumur tua dan baru dievakuasi pada 4 Oktober 1965. Ia kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah G30S PKI, Gerakan 30 September yang Mengguncang Indonesia pada 1965

Presiden Soekarno selanjutnya menganugerahkan gelar Pahlawan Revolusi kepada Sutoyo Siswomiharjo.

Editor : Silvina
Pahlawan Revolusi Sutoyo Siswomiharjo Gatot Subroto Jaksa Militer Utama polisi militer