PONTIANAK POST – Kasus pembunuhan Brigadir J yang menyita perhatian publik Indonesia pada 2022 kembali diangkat melalui dokumenter Netflix berjudul General Mayhem: The Killing of Brigadier J.
Informasi mengenai dokumenter tersebut diunggah M Fadli melalui akun Indozone Movie, yang mengulas dokumenter Brigader J.
Dokumenter tersebut tidak hanya membahas sosok yang menembak Brigadir J, tetapi juga menelusuri perubahan narasi perkara, dari dugaan baku tembak hingga dugaan pembunuhan berencana dan perintangan penyidikan.
Baca Juga: Film Dokumenter Tambang Emas Ra Ritek Menang FFI 2025, Bukti Isu Lingkungan Didengar
Berawal dari Kejanggalan Kondisi Jenazah
Kisah dalam dokumenter dimulai dari keluarga Brigadir J yang sempat mengalami kesulitan untuk melihat kondisi jenazah. Setelah itu, muncul sejumlah pertanyaan mengenai luka pada tubuh korban dan proses autopsi.
Kejanggalan tersebut kemudian berkembang menjadi rangkaian pertanyaan yang mendorong pengungkapan kasus secara lebih luas.
Salah satu bagian penting yang dibahas adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV. Rekaman yang sebelumnya disebut mengalami masalah justru menjadi salah satu kunci dalam proses pengungkapan perkara.
Dalam rangkaian kasus tersebut, rekaman CCTV juga disebut sempat dihapus atau dipindahkan oleh sejumlah anggota kepolisian.
Beragam Perspektif dalam Dokumenter
Baca Juga: Ratusan Warga Antusias Ikuti Nobar Film Dokumenter Pesta Babi di Mempawah
Dokumenter ini menghadirkan perspektif sejumlah pihak, mulai dari jurnalis, pakar hukum, Kompolnas, Amnesty International, pengacara, hingga pihak-pihak lainnya.
Mereka membahas berbagai isu yang sempat muncul dalam pemberitaan, termasuk dugaan pelecehan seksual, pemerkosaan, perselingkuhan, eksekusi, serta dugaan praktik dan jaringan internal kepolisian.
Amnesty International pada saat itu turut menyoroti persoalan akuntabilitas dan transparansi di lingkungan Polri.
Baca Juga: Joe Taslim Dalami Peran Jurnalis Investigasi di The Furious, Banyak Nonton Film Dokumenter
Perkara Menyeret 11 Terdakwa
Kasus Brigadir J kemudian berkembang hingga menyeret 11 terdakwa dalam perkara pembunuhan dan perintangan penyidikan.
Melalui dokumenter tersebut, rangkaian peristiwa tidak hanya dilihat sebagai tragedi pembunuhan Brigadir J, tetapi juga sebagai perkara yang memperlihatkan bagaimana sebuah kasus dapat berubah dari narasi awal menjadi penyelidikan yang melibatkan berbagai pihak.
Baca Juga: Peran Jenar di Netflix Jadi Cermin Perjalanan Fangirl K-Pop
Perkara ini menjadi salah satu kasus yang paling banyak menyita perhatian publik terhadap institusi kepolisian Indonesia.
Editor : Silvina