PONTIANAK POST-Salah satu ruangan yang menarik perhatian di Museum AH Nasution adalah kamar Ade Irma Suryani Nasution, putri bungsu Jenderal AH Nasution. Ruangan tersebut berada di sebelah kamar utama AH Nasution dan di depan ruang makan.
Kisah kamar tersebut menjadi bagian dari tulisan Rumikas Journey saat mengunjungi Museum AH Nasution.
Kamar yang Menyimpan Kenangan
Baca Juga: Museum AH Nasution Simpan Jejak Peristiwa 1965, Ada Diorama hingga Lubang Bekas Peluru
Kamar Ade Irma terasa berbeda dari ruang pamer yang dipenuhi keterangan formal. Di dalamnya terdapat dipan kasur sederhana berukuran kecil serta lemari kaca besar yang menyimpan berbagai memorabilia.
Salah satu benda yang menarik perhatian adalah seragam tentara anak. Menurut keterangan penjaga museum, seragam tersebut belum sempat dipakai Ade Irma.
Seragam itu rencananya akan dikenakan Ade Irma saat peringatan Hari ABRI pada 5 Oktober. Ia disebut akan mengenakan seragam tersebut bersama ayahnya yang juga memakai seragam tentara.
Baca Juga: Jejak Rencana Negara Komunis PKI, Dokumen 1957 Ungkap Tiga Tahap Pemberontakan
Namun, rencana itu tidak pernah terwujud. Seragam kecil tersebut kemudian menjadi benda kenangan yang disimpan di balik kaca.
Ada Mainan hingga Pakaian
Selain seragam tentara, kamar tersebut juga menyimpan mainan milik Ade Irma, baju terusan rok putih, serta sejumlah benda lain yang memperlihatkan sisi kesehariannya.
Ruangan tersebut menjadi bagian museum yang menghadirkan gambaran tentang kehidupan kecil Ade Irma sebelum tragedi yang merenggut nyawanya pada 1965.
Editor : Silvina