Riset: Suhu Bumi Bisa Naik 3,25 Derajat Celsius pada Akhir Abad, Pengurangan Emisi Kian Mendesak

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:49 WIB
Arsip Foto - Warga menggunakan payung saat cuaca panas terik meliputi area Bundaran HI, Jakarta, Rabu (15/10/2025). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanudin)
Ilustrasi - Warga menggunakan payung saat cuaca panas terik. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST - Suhu rata-rata Bumi berpotensi meningkat sekitar 3,25 derajat Celsius (5,85 derajat Fahrenheit) pada akhir abad jika kebijakan pengurangan emisi yang berlaku saat ini tidak diperketat.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan para peneliti ETH Zurich, Swiss, dan Leipzig University, Jerman.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa sejumlah proyeksi sebelumnya kemungkinan memperkirakan kenaikan suhu yang lebih rendah dari kondisi yang sebenarnya dapat terjadi.

“Untuk setiap skenario emisi yang tidak disertai pengurangan emisi secara cepat dan drastis, kami memperkirakan kenaikan suhu akan 25 persen lebih tinggi,” kata Gergana Gyuleva, peneliti doktoral ETH Zurich sekaligus penulis utama penelitian tersebut.

Namun, Gyuleva menegaskan penelitian itu tidak berarti suhu Bumi pasti akan mencapai 3 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.

“Apa yang terjadi jika dunia mencapai pemanasan 3 derajat Celsius tidak berubah karena hasil penelitian kami. Hasil kami hanya mengubah seberapa cepat atau seberapa besar kemungkinan dunia mencapai tingkat pemanasan 3 derajat Celsius tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: BMKG: Suhu Udara Kalbar Terus Meningkat, Waspada Cuaca Ekstrem

Swiss Bisa Mengalami Pemanasan Lebih Tinggi

Dampak penelitian tersebut menjadi perhatian khusus bagi Swiss karena negara itu mengalami kenaikan suhu lebih cepat dibandingkan rata-rata dunia.

Jika suhu global naik 3 derajat Celsius dibandingkan masa sebelum revolusi industri, suhu di Swiss dapat meningkat sekitar 4,9 derajat Celsius (8,82 derajat Fahrenheit).

Kondisi musim panas terpanas yang pernah tercatat di Swiss memberikan gambaran mengenai perubahan tersebut.

Basel mencatat 58 hari dengan suhu di atas 30 derajat Celsius, dibandingkan 41 hari pada 2003. Bern mencatat 46 hari, dibandingkan 29 hari pada 2003, sedangkan Zurich mencatat 38 hari, dibandingkan 27 hari pada 2003.

Hari Panas di Zurich Bisa Bertambah

MeteoSwiss dan ETH Zurich pada November tahun lalu memperkirakan wilayah Zurich dapat mengalami sekitar 30 hari dengan suhu di atas 30 derajat Celsius dalam satu musim panas pada skenario pemanasan global 3 derajat Celsius.

Dalam penelitian terbaru, para peneliti memperbarui perhitungan tersebut dengan memasukkan dua hal yang sebelumnya belum diperhitungkan secara optimal, yaitu perubahan alami iklim dan hasil pengukuran satelit mengenai keseimbangan energi Bumi.

Keseimbangan energi Bumi menggambarkan perbedaan antara jumlah energi matahari yang masuk ke Bumi dan panas yang dilepaskan kembali ke luar angkasa.

Baca Juga: AHY: Indonesia Mulai Terapkan Sustainable Aviation Fuel pada 2027, Langkah Awal Penerbangan Rendah Emisi

Sisa Anggaran Karbon Makin Kecil

Penelitian tersebut juga memperkirakan bahwa jumlah karbon yang masih dapat dilepaskan ke atmosfer sebelum mencapai batas pemanasan tertentu ternyata sekitar 20 persen lebih kecil dibandingkan perkiraan model sebelumnya.

Batas tersebut dikenal sebagai anggaran karbon, yakni perkiraan jumlah emisi karbon dioksida yang masih dapat dilepaskan dunia untuk menjaga kenaikan suhu pada tingkat tertentu.

Semakin kecil anggaran karbon yang tersisa, semakin cepat pengurangan emisi perlu dilakukan untuk membatasi kenaikan suhu.

“Hasil penelitian kami menunjukkan perlunya pengurangan emisi yang lebih cepat untuk mencapai target suhu tertentu,” kata Gyuleva.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa kenaikan suhu yang lebih tinggi bukan sesuatu yang pasti terjadi.

Pengurangan emisi secara besar dan cepat masih dapat membatasi kenaikan suhu pada masa mendatang.

Artinya, hasil penelitian tersebut lebih menunjukkan bahwa waktu untuk mengurangi emisi menjadi semakin penting, bukan bahwa dunia sudah pasti menuju kenaikan suhu tertentu.

Editor : Uray Ronald
Sumber : Anadolu
ETH Zurich emisi karbon Perubahan Iklim suhu global Pemanasan Global