PONTIANAK POST – Nama Pierre Tendean dikenal dalam sejarah sebagai salah satu Pahlawan Revolusi yang gugur dalam tragedi 1965. Namun, di balik sosoknya sebagai prajurit, ada kisah cinta dengan seorang perempuan bernama Rukmini Chaimin yang berlangsung hingga hubungan mereka berakhir tragis.
Rukmini Chaimin merupakan putri sulung Raden Chaimin Rijo Siswopranoto, pengusaha ternama asal Sumatra Utara. Keluarganya dikenal sebagai keluarga muslim taat dan termasuk dalam Barisan Muhammadiyah Kota Medan dan Yogyakarta.
Pertemuan Pierre Tendean dan Rukmini
Baca Juga: Sebelum Jadi Ajudan A.H. Nasution, Pierre Tendean Pernah Ditugaskan sebagai Intelijen di Malaysia
Berdasarkan biografi Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi (2019), Pierre Tendean dan Rukmini bertemu di Medan pada 1963.
Pertemuan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Dua sejawat Pierre, Satrijo Wibowo dan Setijono Hadi, menjadi pihak yang memperkenalkan Pierre kepada Rukmini.
Saat itu, Pierre sedang berdinas di Medan bersama Jenderal A.H. Nasution dan istrinya. Pada hari bebas dinas, Satrijo dan Setijono mengajak Pierre berkunjung ke rumah Raden Chaimin.
Baca Juga: Tak Sekadar Foto, Potret Ade Irma dan Pierre Tendean di Museum AH Nasution Simpan Cerita
Di rumah tersebut, Pierre kemudian diperkenalkan kepada Rukmini, anak sulung Raden Chaimin. Dari perkenalan itulah hubungan keduanya bermula.
Cinta yang Berakhir Tragis
Hubungan Pierre dan Rukmini kemudian berkembang menjadi kisah cinta. Namun, keduanya tidak sempat melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan.
Baca Juga: Menyusuri Kamar Ade Irma Suryani di Museum AH Nasution, Ada Seragam Tentara yang Tak Sempat Dipakai
Peristiwa G30S 1965 menjadi titik akhir kisah cinta mereka. Pierre Tendean menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut.
Kisah mengenai Rukmini Chaimin yang ditulis Tirto.id menyebutkan, setelah kisah cintanya dengan Pierre berakhir pahit, Rukmini memilih menyimpan rapat kenangan tersebut selama puluhan tahun.
Rukmini tidak banyak berbicara mengenai hubungannya dengan Pierre. Bahkan hingga akhir hayat, ia tetap enggan mengomentari kisah cintanya dengan prajurit tersebut.
Baca Juga: Dari Surat Cinta Medan Hingga Tragedi 1965: Mengenang Asmara Tragis Pierre Tendean dan Rukmini
Rukmini akhirnya meninggal dunia pada 27 Juli 2019.
Kisah Pierre Tendean dan Rukmini pun berhenti sebagai kenangan. Bagi Rukmini, cinta yang pernah hadir di masa muda itu menjadi bagian kehidupan yang tidak banyak ia ceritakan kepada publik.
Editor : Silvina