Cara Merawat Terong dalam Pot, Mulai Air hingga Pupuk agar Tumbuh Kuat dan Produktif

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:57 WIB
Perawatan terong dalam pot mencakup penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta pemberian penyangga ketika tanaman mulai besar. (BALCONY GARDEN WEB)
Perawatan terong dalam pot mencakup penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta pemberian penyangga ketika tanaman mulai besar. (BALCONY GARDEN WEB)

PONTIANAK POST - Setelah tanaman terong tumbuh di dalam pot, perawatan rutin diperlukan agar tanaman berkembang dan menghasilkan buah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah air, pupuk, pemangkasan, serta penyangga.

Terong termasuk tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi. Karena itu, pemupukan menjadi bagian penting dalam perawatannya.

Baca Juga: Cara Menanam Terong dalam Pot agar Tumbuh Subur dan Produktif

Balcony Garden Web menyebut pupuk dapat diberikan mengikuti petunjuk penggunaan yang tercantum pada kemasan.

Terong disebut sebagai tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi dan memerlukan pupuk dengan kandungan fosfor tinggi. Salah satu pilihan yang disebut adalah pupuk dengan rasio 5-10-5.

Pupuk seimbang juga dapat digunakan. Pupuk cair maupun granular dapat diberikan. Pupuk tersebut juga dapat digantikan dengan pupuk kandang sapi yang telah matang.

Baca Juga: 2 Pola Tanam Sederhana untuk Pemula, Kebun Rumah Bisa Penuh Sayur dan Bunga

Tepung tulang juga disebut dapat memberikan hasil yang baik. Jika diperlukan, nutrisi tanaman dapat diberikan melalui penyemprotan pada daun atau yang dikenal sebagai pemberian pupuk melalui daun.

Jangan Biarkan Tanah Terlalu Kering

Terong menyukai tanah yang kelembapannya terjaga secara merata. Kondisi ini berkaitan dengan kebutuhan tanaman terhadap sinar matahari, cuaca hangat, dan angin.

Karena itu, tanaman perlu mendapatkan kelembapan yang cukup. Namun, penyiraman tetap harus memperhatikan drainase.

Baca Juga: Cara Menanam Kelengkeng Kohala, Varietas Unggul yang Cocok untuk Kebun Rumah

Pot harus memiliki drainase yang baik untuk menghindari busuk akar. Media tanam juga tidak boleh terlalu banyak menerima air hingga menjadi jenuh atau tergenang.

Pemangkasan Tidak Wajib

Pemangkasan tanaman terong sebenarnya tidak wajib dilakukan. Namun, langkah tersebut dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan produktivitas.

Ketika tanaman sudah dewasa, pemilik perlu memperhatikan tunas samping atau sucker yang muncul dan dapat membuangnya jika diperlukan.

Daun atau cabang yang menguning dan berpenyakit juga perlu dibuang. Cabang yang tumbuh terlalu tinggi dan kurus serta menghambat pertumbuhan dan produktivitas dapat dipangkas.

Baca Juga: Ini Rahasia Media Tanam Selada agar Tumbuh Subur di Kebun Rumah Sendiri

Tanaman Perlu Penyangga

Ketika tanaman terong semakin tinggi dan buahnya membesar serta menjadi berat, tanaman membutuhkan penyangga.

Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menancapkan sebatang kayu ke dalam pot, kemudian mengikat tanaman pada penyangga tersebut.

Selain menggunakan tongkat, kandang atau rangka juga dapat digunakan untuk membantu mencegah tanaman roboh.

Baca Juga: Tips Berkebun Pakai Raised Bag agar Tanaman Tumbuh Optimal di Halaman Rumah

Dengan penyiraman yang tepat, pemupukan, pemangkasan bila diperlukan, serta penyangga, tanaman terong dalam pot dapat dirawat hingga menghasilkan buah. (*) 

Editor : Chairunnisya
tanaman terong merawat terong dalam pot pupuk terong menyiram terong berkebun po