PONTIANAK POST - Tanaman cabai membutuhkan lokasi yang mendapat sinar matahari penuh. Tanaman ini termasuk jenis yang menyukai panas seperti tomat dan terong.
Jika ruang terbatas, tanaman cabai juga dapat ditanam di dalam ruangan pada ambang jendela yang mendapat banyak cahaya.
Lokasi penanaman sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik untuk membantu menghindari penyakit.
Baca Juga: Cara Menanam Cabai di Pot, Perhatikan Ukuran Wadah dan Cahaya
Untuk tanaman yang ditanam di daerah tropis, naungan pada sore hari saat musim panas dapat diberikan.
Media Tanam Harus Subur dan Tidak Tergenang
Media tanam berkualitas yang memiliki drainase baik dan tekstur gembur dapat digunakan untuk menanam cabai dalam pot.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp104.850 per Kilogram
Media tersebut perlu kaya bahan organik dan subur. Pupuk kandang yang telah matang atau kompos dapat dicampurkan saat penanaman.
Penggunaan 5-10 gram neem cake atau bungkil mimba ketika menyiapkan media tanam. Bahan tersebut disebut dapat membantu melindungi tanaman muda dari penyakit yang berasal dari tanah dan hama.
Jangan Biarkan Tanah Kering
Tanah perlu dijaga tetap sedikit lembap dan tanaman tidak boleh dibiarkan benar-benar kering.
Penyiraman dari atas atau mengenai bagian daun sebaiknya dihindari karena daun yang basah dapat memicu infeksi jamur.
Ketika bunga mulai muncul dan buah mulai terbentuk, penyiraman dapat sedikit dikurangi. Namun, tanah yang benar-benar kering dapat menyebabkan bunga rontok.
Suhu Ideal 21-32 Derajat Celsius
Suhu tanah di atas 15 derajat Celsius dibutuhkan untuk pertumbuhan terbaik. Sementara itu, suhu perkecambahan benih yang optimal berada di atas 20 derajat Celsius.
Tanaman dapat mentoleransi suhu hingga 35 derajat Celsius dan serendah 10 derajat Celsius. Adapun suhu pertumbuhan ideal berada pada kisaran 21-32 derajat Celsius.
Baca Juga: Hujan Terus-Menerus? Ini Cara Menyelamatkan Tanaman Cabai di Rumah
Pupuk dan Pemangkasan
Tanaman cabai membutuhkan banyak nutrisi. Salah satu cara sederhana yang disebut dalam artikel adalah menggunakan pupuk untuk tanaman tomat.
Kompos dan pupuk kandang matang juga dapat digunakan. Pemberian kompos atau manure tea sebulan sekali disebut dapat membantu pertumbuhan tanaman.
Pemangkasan pucuk pada tahap awal pertumbuhan juga dapat dilakukan agar tanaman menjadi lebih rimbun.
Baca Juga: Strategi Pemupukan Cabai Saat Musim Hujan agar Bunga Tidak Rontok
Ketika tanaman mencapai tinggi sekitar 6 inci atau 15 sentimeter, pucuk pertumbuhannya dapat dipotong. Bunga yang muncul terlalu awal juga dapat dibuang.
Tanaman cabai yang ditempatkan di lokasi berangin membutuhkan penyangga. Tongkat dapat ditancapkan di dekat batang utama, kemudian tanaman diikat pada penyangga tersebut. (*)
Editor : Chairunnisya