71 Tahun Lalu, D.N. Aidit Ungkap 4 Fase Perkembangan PKI dalam Dokumen 1955

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:24 WIB
Potret Dipa Nusantara Aidit sebagai anggota konstituante dari PKI. (KONSTITUANTE)
Potret Dipa Nusantara Aidit sebagai anggota konstituante dari PKI. (KONSTITUANTE)

PONTIANAK POST - Dokumen yang ditulis D.N. Aidit pada 1955 mencatat bagaimana Partai Komunis Indonesia (PKI) menjelaskan perjalanan organisasinya sejak berdiri hingga memasuki era Pemilu 1955.

Dokumen berjudul Lahirnja PKI dan Perkembangannja (1920–1955) itu merupakan pidato Aidit untuk memperingati ulang tahun ke-35 PKI, yang disampaikan pada 23 Mei 1955 di Jakarta.

Kini, 71 tahun setelah pidato tersebut disampaikan, dokumen itu memperlihatkan cara salah satu pimpinan PKI pada masa tersebut menyusun sejarah partainya dalam sejumlah periode.

Baca Juga: Film G30S/PKI dan Data yang Kemudian Dipersoalkan, Apa yang Berubah Setelah 2000?

Aidit Membagi Sejarah PKI Menjadi Empat Periode

Dalam uraiannya, perjalanan PKI selama 35 tahun dibagi Aidit ke dalam empat periode.

Pembagian ini menjadi salah satu bagian penting dalam dokumen karena memperlihatkan bagaimana perkembangan partai tersebut dipetakan dari 1920 hingga 1955.

Periode pertama mencakup 1920-1926, yakni sejak pendirian PKI hingga periode pemberontakan 1926.

Aidit kemudian membahas masa 1926-1945 sebagai periode berikutnya, ketika kegiatan PKI disebut berlangsung dalam kondisi bawah tanah dan dikaitkan dengan perjuangan menghadapi fasisme.

Baca Juga: Arifin C. Noer Sempat Ingin Berhenti Garap Film G30S/PKI, Ada Apa?

Periode ketiga mencakup 1945-1951. Dalam bagian ini, Aidit menghubungkan perjalanan PKI dengan Revolusi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Sementara periode keempat dimulai pada 1951 dan membawa uraian dokumen memasuki perkembangan PKI pada awal dekade 1950-an hingga menjelang Pemilu 1955.

Dokumen yang Terbit Menjelang Pemilu 1955

Waktu penerbitan dokumen menjadi bagian yang menarik. Pidato tersebut disampaikan hanya beberapa bulan sebelum Pemilu 1955, pemilihan umum nasional pertama Indonesia.

Namun, dokumen Aidit tidak sekadar berisi urutan tahun. Isinya merupakan uraian politik mengenai asal-usul, pengalaman, serta perkembangan PKI berdasarkan sudut pandang Aidit sebagai salah satu pimpinan partai.

Karena itu, dokumen tersebut dapat dibaca sebagai sumber primer untuk melihat bagaimana PKI pada 1955 menggambarkan sejarah organisasinya sendiri.

Dokumen yang diterbitkan Yayasan “Pembaruan” Djakarta pada 1955 tersebut terdiri atas 28 halaman dan memuat judul Lahirnja PKI dan Perkembangannja (1920-1955).

Baca Juga: Bukan Sekadar Film Sejarah, Jajang C. Noer Ungkap Tujuan Film G30S/PKI Dibuat

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
PKI D.N. Aidit 4 fase perkembangan PKI dokumen 1955