PONTIANAK POST - Menentukan waktu panen menjadi tahap penting setelah jagung berhasil tumbuh dalam pot.
Dilansir dari Balcony Garden Web, jagung membutuhkan sekitar 75–100 hari untuk mencapai kematangan, tergantung varietasnya.
Waktu tersebut bukan satu-satunya patokan. Kondisi tongkol dan biji juga perlu diperiksa sebelum jagung dipanen.
Baca Juga: Merawat Jagung dalam Pot, Perhatikan Air, Cahaya, dan Pupuk
Periksa Kondisi Biji
Waktu terbaik memanen jagung adalah ketika bijinya sudah penuh dan kelobot atau kulit pembungkus tongkol mulai mengering.
Sebelum memanen, bagian kelobot dapat dibuka untuk memeriksa kondisi biji.
Salah satu cara yang disebutkan dalam artikel adalah menekan biji menggunakan kuku. Jika biji sudah penuh dan mengeluarkan cairan seperti susu, jagung siap dipanen.
Baca Juga: Cara Menanam Jagung dalam Pot untuk Lahan Terbatas, Bisa Tumbuh hingga 2,4 Meter
Cara Memanen Jagung
Jagung dapat dipanen menggunakan pisau tajam atau gunting pangkas. Batang dipotong pada bagian pangkal.
Sebagian batang tetap dibiarkan menempel pada tongkol sehingga dapat digunakan sebagai pegangan ketika membawa hasil panen.
Tongkol dapat dipanen satu per satu maupun sekaligus dalam jumlah banyak.
Baca Juga: Gotong Royong Tanam Jagung Hibrida di Pawis Hilir Kabupaten Landak
Setelah Jagung Dipanen
Setelah dipanen, kelobot dapat dilepaskan dan bijinya dapat dipisahkan dari tongkol.
Jagung juga dapat disimpan dalam bentuk tongkol, dibekukan, dikalengkan, atau dikeringkan untuk digunakan kemudian.
Dengan memperhatikan waktu kematangan dan kondisi biji, jagung yang ditanam dalam pot dapat dipanen setelah mencapai tahap yang sesuai. (*)
Editor : Chairunnisya