PONTIANAK POST - Beberapa sayuran dalam daftar tersebut antara lain mesclun mix, daun bawang, selada air italia, selada, tatsoi, shungiku, bayam merah, edamame, labu, buncis, kale, brokoli, bit, bok choy, bayam, dan okra.
Selada termasuk salah satu yang tumbuh paling cepat. Daunnya biasanya dapat dipanen 2-3 minggu setelah benih berkecambah, ketika ukurannya sudah sesuai kebutuhan.
Daun bawang dapat dipanen dalam 45-60 hari, sedangkan frisee dapat dipanen sekitar dua bulan. Tatsoi juga termasuk sayuran yang dapat dipanen dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Cara Merawat Bayam dalam Pot Saat Cuaca Panas agar Tumbuh Subur
Shungiku biasanya dapat dipanen dua bulan setelah mulai ditanam. Daunnya sebaiknya dipetik ketika masih kecil dan dipanen secara rutin untuk mendorong pertumbuhan baru.
Edamame dan Buncis
Edamame atau kedelai hijau termasuk tanaman dalam daftar yang dapat dipanen sekitar dua bulan. Polongnya dipanen ketika bijinya masih lunak dan empuk.
Buncis dapat menghasilkan panen dalam 55-60 hari dengan penanaman langsung dari benih dan perawatan yang tepat.
Baca Juga: Edamame Mengandung 20 Gram Protein per 100 Gram, Bisa Ditanam di Rumah
Sayuran Daun dan Umbi
Kale dapat dipanen sebagai daun muda untuk salad, sementara beberapa jenisnya dapat menghasilkan daun matang dalam waktu kurang dari dua bulan.
Pada bit, daun mudanya bahkan dapat dipanen sekitar 30 hari untuk salad. Sementara itu, akar bit membutuhkan waktu sekitar 50 hari atau lebih untuk mencapai ukuran yang sesuai dipanen.
Pok choy biasanya siap dipanen 50-60 hari setelah ditanam. Bayam juga termasuk tanaman cepat panen dan dapat dipetik per daun atau dipanen sebagai satu tanaman.
Baca Juga: Tanam Bayam di Pot, Pilih Wadah Lebar dan Media yang Tepat
Okra Bisa Mulai Menghasilkan Polong 50-55 Hari
Okra menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan hasil relatif cepat. Varietas 'Annie Oakley' disebut dapat mulai menghasilkan polong dalam 50-55 hari.
Dengan memilih tanaman yang memiliki masa panen singkat, kebun rumah dapat menghasilkan sayuran tanpa harus menunggu terlalu lama. (*)
Editor : Chairunnisya