Tak Punya Kebun? Begini Cara Mudah Menanam Jahe di Dalam Pot

Chairunnisya • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Jahe merah memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.
Jahe merah memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

PONTIANAK POST -  Menanam jahe tidak selalu membutuhkan lahan luas. Tanaman rempah ini juga bisa dibudidayakan menggunakan pot di rumah, selama kebutuhan cahaya, media tanam, air, dan suhu diperhatikan.

Cara menanam jahe di pot pun cukup sederhana. Rimpang segar dengan mata tunas dapat menjadi awal untuk menumbuhkan tanaman baru.

Pilih Rimpang Jahe dengan Mata Tunas

BalconyGardenWeb menyebut langkah pertama adalah memilih rimpang jahe segar berukuran sekitar 3–5 inci. Pilih rimpang yang memiliki setidaknya satu mata tunas.

Baca Juga: Potensi Jahe Gajah Mempawah Makin Terbuka, Terminal Kijing Jadi Pintu Menuju Pasar Ekspor

Mata tunas tersebut tampak seperti tunas kecil pada kentang dan nantinya menjadi titik tumbuh tanaman jahe.

Rimpang jahe yang dibeli di toko terkadang mendapat perlakuan bahan penghambat pertumbuhan. Karena itu, rimpang dapat direndam dalam air selama semalaman atau beberapa jam sebelum ditanam.

Rimpang kemudian dapat dipotong menjadi beberapa bagian berukuran sekitar 1–2 inci. Setiap bagian harus memiliki setidaknya satu mata tunas.

Baca Juga: Jahe Membantu Mengurangi Kram Haid dan Mendukung Fungsi Reproduksi

Jika rimpang dipotong, diamkan bagian potongan selama satu hingga dua hari sampai permukaannya membentuk kalus sebelum ditanam.

Gunakan Pot yang Cukup Dalam

Untuk menanam jahe, gunakan pot dengan kedalaman sekitar 8–12 inci. Pot yang lebih lebar juga dapat digunakan untuk menanam beberapa rimpang sekaligus.

Siapkan media tanam yang kaya dan hangat. Rimpang ditanam sedalam sekitar 1–2 inci dengan mata tunas menghadap ke atas.

Baca Juga: Resep Rebusan Jahe untuk Asam Lambung, Cara Alami Menjaga Kesehatan Pencernaan

Setelah itu, tutup tipis menggunakan media tanam sekitar 2 inci. Siram hingga media lembap, tetapi jangan sampai tergenang.

Pot sebaiknya ditempatkan di area hangat yang mendapatkan setidaknya lima jam cahaya terang tidak langsung.

Tunas jahe biasanya mulai muncul dalam waktu sekitar 3–8 minggu. Setelah tunas tumbuh, media tetap perlu dijaga agak lembap tanpa membuatnya tergenang air.

Perhatikan Media Tanam dan Air

Jahe membutuhkan media yang gembur, memiliki drainase baik, dan kaya bahan organik. Campuran tanah berpasir-lempung yang kaya kompos atau pupuk kandang yang telah matang dapat digunakan.

Baca Juga: Ternyata Jahe, Madu, dan Lemon Dapat Membantu Meredakan Gejala Campak

Hindari media yang terlalu padat karena dapat menghambat pertumbuhan rimpang dan menahan terlalu banyak air. Penyiraman dilakukan secara teratur karena jahe menyukai tanah yang sedikit lembap.

Namun, penyiraman berlebihan dan kondisi tergenang dapat menghambat pertumbuhan serta menyebabkan busuk akar.

Pastikan Tanaman Mendapat Suhu Hangat

Jahe merupakan tanaman yang menyukai kondisi hangat. Tanaman ini tidak tahan terhadap udara dingin dan aliran udara yang terlalu dingin.

Baca Juga: Jahe dan Golden Milk Jadi Minuman Hangat Penjaga Kesehatan Saraf

Rawat hingga Siap Dipanen

Selama masa pertumbuhan, kesuburan media perlu dijaga. Kompos, kascing, atau pupuk kandang matang dapat ditambahkan di permukaan pot.

Pupuk cair serbaguna juga dapat digunakan sebulan sekali selama musim pertumbuhan.

Tanaman jahe dapat terserang sejumlah hama dan penyakit, antara lain white grub, penggerek pucuk, serta kumbang penggerek pucuk.

Baca Juga: Jahe, Teh Hijau, dan Rosella Disebut Membantu Menjaga Fungsi Kognitif

Tanaman juga dapat terkena layu bakteri, busuk lunak, busuk kering, dan penyakit bercak daun.

Jahe umumnya membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum dapat dipanen. Daunnya dapat dipanen terlebih dahulu, sedangkan rimpangnya siap dipanen ketika tanaman memasuki tahap kematangan.

Saat daun mulai menguning, rimpang jahe dapat dipanen. Tanaman dapat dikeluarkan dengan membalik pot secara perlahan atau menggunakan sekop kecil untuk melonggarkan bagian atas media.

Jangan langsung menarik seluruh tanaman. Rimpang dapat diambil sebagian dan sisanya dibiarkan terus tumbuh. (*)

Editor : Chairunnisya
cara menanam jahe jahe dalam pot menanam jahe di rumah perawatan tanaman jahe panen jahe