Menurut BBC Gardeners’ World Magazine, bawang relatif mudah dan murah untuk ditanam, baik dari biji maupun sets, yakni bawang berukuran kecil atau belum matang yang digunakan sebagai bahan tanam.
Jika ditanam dari biji, ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh sebelum akhirnya dipindahkan ke kebun.
Siapkan Benih dan Media Tanam
Sebelum mulai menanam, siapkan beberapa perlengkapan.
Di antaranya benih bawang, kompos serbaguna bebas gambut, baki semai atau pot kecil, sekop tangan, tali, gembor dengan kepala penyiram, dan cangkul kecil untuk menyiangi gulma.
Baca Juga: Harga Bawang Merah di Pasar Flamboyan Pontianak Naik Lebih dari 100 Persen Jelang Imlek dan Ramadan
Bawang tumbuh dengan baik di tempat yang mendapatkan cukup cahaya. Media tanam juga perlu diperkaya dengan bahan organik.
Semai Biji Bawang
Langkah pertama adalah menyemai biji bawang di pot atau baki yang telah diisi kompos khusus untuk persemaian.
Karena ukurannya kecil, biji bawang perlu diatur dengan jarak sekitar 1 sentimeter. Setelah itu, tutupi secara tipis menggunakan kompos.
Letakkan pot atau baki di dalam air agar media tanam mendapatkan kelembapan. Tahap ini menjadi awal pertumbuhan tanaman sebelum bibit siap dipindahkan ke media yang lebih luas.
Baca Juga: Harga Bawang Merah Masih Tinggi, Warga Sambas Kurangi Penggunaan Bumbu Masak
Pindahkan Bibit yang Mulai Tumbuh
Ketika bibit sudah tumbuh beberapa inci, tanaman dapat dicabut secara hati-hati dan dipindahkan ke kompos baru.
Setelah tanaman berkembang dan cukup kuat, bibit dapat dipindahkan ke kebun.
Jarak antartanaman yang disarankan adalah sekitar 10 hingga 15 sentimeter.
Pemindahan dilakukan setelah bibit cukup berkembang sehingga tanaman dapat melanjutkan pertumbuhannya di lahan.
Bisa Menggunakan Onion Sets
Selain menanam dari biji, bawang juga dapat ditanam menggunakan onion sets. Bahan ini merupakan bawang kecil atau bawang yang belum matang.
Baca Juga: Harga Komoditas Pertanian di Sintang Naik, Sayur dan Bawang Merah Melonjak
Untuk metode tersebut, tanah perlu dibersihkan terlebih dahulu dari batu berukuran besar dan gulma. Tanah kemudian diperkaya dengan bahan organik.
Tanam setiap set dengan jarak sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Bagian ujung bawang dibiarkan tetap terlihat di atas permukaan tanah.
Setelah ditanam, bawang perlu disiram. Tanaman yang baru ditanam juga dapat ditutup menggunakan horticultural fleece untuk mencegah burung mencabutnya.
Baca Juga: Harga Bawang Merah Naik, Bawang Putih Turun di Pasar Sungai Pinyuh
Penutup tersebut dapat dilepas setelah tanaman memiliki akar yang cukup kuat.
Perhatikan Penyiraman
Bibit maupun sets perlu disiram setelah ditanam. Penyiraman dilakukan menggunakan gembor dengan kepala penyiram agar air dapat membasahi tanah di sekitar akar atau umbi.
Jika kondisi cuaca kering, penyiraman perlu dilakukan secara berkala. Kelembapan menjadi salah satu bagian penting dalam tahap awal pertumbuhan tanaman bawang.
Baca Juga: Harga Bawang Merah dan Putih di Pasar Rakyat Ngabang Mulai Turun
Jangan Biarkan Gulma Mengganggu
Gulma perlu dibersihkan secara rutin karena dapat bersaing dengan tanaman bawang dalam mendapatkan air dan nutrisi.
Untuk area yang lebih kecil, alat penyiang seperti onion hoe atau circle hoe dapat digunakan untuk membantu membersihkan gulma di sekitar tanaman.
Menjaga area tanam tetap bebas gulma membantu tanaman bawang berkembang tanpa harus bersaing dengan tanaman pengganggu.
Waktu Panen Bawang
Menjelang akhir musim panas, tanah di sekitar umbi dapat disingkirkan untuk membantu bagian umbi terkena sinar matahari.
Bawang dapat dipanen setelah daunnya berubah menjadi kuning dan batangnya mulai membengkok. Setelah itu, biarkan daun mengering sebelum umbi diangkat dengan hati-hati dari tanah.
Proses pengangkatan perlu dilakukan secara hati-hati agar umbi tidak mengalami kerusakan.
Cara Menyimpan Bawang
Setelah dipanen, bawang perlu dikeringkan terlebih dahulu.
Salah satu cara menyimpannya adalah dengan mengikat bawang menjadi rangkaian lalu menggantungnya di tempat yang sejuk, kering, dan bebas embun beku.
Pilih umbi yang tidak memiliki kerusakan dengan bagian leher yang sempit dan tertutup rapat. Bawang dengan leher yang lebar tidak dapat disimpan dengan baik sehingga sebaiknya digunakan terlebih dahulu.
Dengan tahapan tersebut, menanam bawang dari biji dapat dilakukan mulai dari proses penyemaian hingga menghasilkan umbi yang siap dipanen dan disimpan. (*)
Editor : Chairunnisya