Mualaf Peduli Kalimantan Barat Gelar Tadarus Alquran, Bangun Pondasi Akidah Sekaligus Lancarkan Bacaan Quran

Miftahul Khair • Dipublikasikan Sabtu, 8 Maret 2025 | 15:14 WIB

 

Para mualaf di Kubu Raya dan sekitarnya tampak khusuk mengikuti tadaraus bersama Mualaf Peduli Kalbar di Jalan Adisucipto no 22-23, Kecamatan Sungai Raya.
Para mualaf di Kubu Raya dan sekitarnya tampak khusuk mengikuti tadaraus bersama Mualaf Peduli Kalbar di Jalan Adisucipto no 22-23, Kecamatan Sungai Raya.

 

 

Sepanjang Ramadan 1446 H, Mualaf Peduli Kalimantan Barat menggelar tadarus Alquran, bagi para mualaf binaannya. Tidak sekadar untuk memperlancar bacaan, tadarus bersama tersebut juga juga sebagai salah satu wadah memperkuat keimanan para mualaf yang baru menapaki ajaran Islam.

ASHRI ISNAINI, SUNGAI RAYA

WAKTU menunjukkan pukul 10.00 WIB. Di sebuah rumah di Jalan Adisucipto nomor 22-23 tak jauh dari Gang Siaga, Kecamatan Sungai Raya, puluhan ibu-ibu mualaf tampak khusyuk mengikuti tadarus Alquran. Suasana terasa penuh semangat ketika mereka bergantian melantunkan ayat-ayat suci, dibimbing oleh para pengajar yang setia membetulkan tajwid dan makhraj mereka.

Tadarus ini merupakan bagian dari program Mualaf Peduli Kalimantan Barat yang digelar sepanjang Ramadan 1446 Hijriah. Setiap peserta ditargetkan menyelesaikan minimal dua juz dalam sehari. Kegiatan ini diikuti oleh mualaf dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, termasuk Kubu Raya, Pontianak, Sanggau, Landak, dan Bengkayang.

Yuliana (64), salah satu peserta tadarus, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti program ini. "Alhamdulillah, saya pribadi sudah masuk juz 8 hari ini. Walaupun masih harus banyak belajar memperbaiki bacaan dan tajwid, saya senang bisa belajar bersama-sama teman-teman mualaf di sini," ujarnya dengan penuh semangat.

Meski sebagian besar peserta baru memeluk Islam, bacaan mereka terdengar cukup lancar. Sesekali, guru ngaji yang membimbing jalannya tadarus bersama memberikan koreksi dan arahan agar para peserta semakin fasih dalam membaca AlQuran.

Hal senada juga diutarakan oleh Margaretha (46), yang mengaku senang bisa tadarus bersama. "Kalau tadarus sendiri di rumah memang biasa, tapi kalau bersama-sama seperti ini, tentunya lebih semangat dan saling memotivasi agar bisa lebih baik lagi bacaannya serta memahami makna setiap ayat yang dibaca," ucapnya.

Ketua Umum Mualaf Peduli Kalimantan Barat, Ibaz, menjelaskan kegiatan tadarus ini merupakan bagian dari upaya membangun pondasi akidah yang kuat bagi para mualaf.

"Gerakan kami sejak awal adalah mengupayakan akses belajar ngaji bagi para mualaf. Kehadiran Mualaf Peduli ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap mualaf yang kesulitan mendapatkan pendidikan dan bimbingan mengaji," tuturnya.

Untuk itu, Mualaf Peduli merintis kelompok-kelompok belajar di berbagai tempat agar para mualaf, terutama ibu-ibu, dapat lebih mudah mengakses pembelajaran Alquran. Selama Ramadan, lanjut Ibaz, semua pengajian rutin ditiadakan dan kegiatan difokuskan pada program tadarus bersama.

"Setiap hari, peserta ditargetkan membaca minimal dua juz. Dengan program ini, kami berharap mereka dapat mengkhatamkan Alquran  setidaknya dua kali selama Ramadan. Selain itu, mereka juga dibimbing untuk memperbaiki bacaan, tajwid, serta makhraj," jelas Ibaz.

Menariknya, program tadarus ini tidak hanya diikuti oleh mualaf. Seiring berjalannya waktu, banyak juga peserta dari kalangan non-mualaf yang turut bergabung.

"Banyak ibu-ibu dari latar belakang berbeda yang ingin belajar bersama para mualaf. Ternyata, mereka juga memulai dari Iqra, seperti kebanyakan mualaf," tambah Ibaz.

Sebagai informasi, kata Ibaz, saat ini kelompok belajar Mualaf Peduli tidak hanya berpusat di Kubu Raya dan Pontianak, tetapi juga telah berkembang hingga ke Sanggau, Landak, dan Bengkayang.

"Dengan adanya program ini, diharapkan para mualaf semakin mantap dalam membaca dan memahami Alquran, sehingga dapat menjadikannya sebagai pedoman hidup yang lebih baik," ucap Ibaz.

Dalam kesempatan yang sama, Ibaz menambahkan Yayasan Amal Mualaf Peduli terus berkomitmen dalam membantu para mualaf, santri mualaf, serta dai pedalaman dengan menerima dan menyalurkan infak, sedekah, serta zakat dari para dermawan. Dana yang terkumpul akan disalurkan secara tepat sasaran guna mendukung kesejahteraan dan pendidikan mualaf serta mendukung kegiatan dakwah di daerah terpencil.

Ibaz, menjelaskan program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada mualaf yang membutuhkan, baik dalam bentuk bantuan ekonomi, pendidikan, maupun pendampingan keagamaan. "Kami berusaha untuk memastikan bahwa setiap donasi yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan, khususnya para mualaf dan dai yang berjuang di pedalaman," ujarnya.

Masyarakat yang ingin menyalurkan infak, sedekah, atau zakat dapat melakukannya melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 7279453047 atas nama Yayasan Amal Mualaf Peduli. Selain itu, bagi yang ingin memberikan donasi secara langsung, dapat datang ke Kantor Mualaf Peduli di Jl. Adisucipto nomor 22-23, depan Brimob Polda Kalbar. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kontak person di nomor 0857-5155-1615.

"Dengan adanya program ini, kami dari Yayasan Amal Mualaf Peduli berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan membantu sesama, khususnya dalam mendukung perjuangan para mualaf dan dai di daerah pedalaman. Setiap donasi yang diberikan akan sangat berarti dalam memperkuat syiar Islam serta meningkatkan kesejahteraan bagi mereka yang membutuhkan," pungkas Ibaz. (*)

Editor : Miftahul Khair
mualaf kalbar tadarus PEDULI ramadan