PONTIANAK POST – Bulan Ramadan merupakan momen sakral bagi umat Islam di seluruh dunia.
Setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh, umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dan kerabat.
Selain berbagi kebahagiaan, banyak juga yang memberikan hadiah atau membagikan makanan kepada sesama.
Namun, tahukah kamu bahwa Ramadan memiliki banyak fakta menarik yang belum banyak diketahui?
Berikut adalah beberapa fakta unik mengenai bulan suci ini, sebagaimana dikutip dari History.com.
- Ramadan Sudah Dianggap Sakral Sebelum Islam
Jauh sebelum Islam hadir, bulan Ramadan telah dianggap sebagai waktu yang penting bagi masyarakat Arab.
Pada masa itu, terjadi periode perdamaian di mana perseteruan dan peperangan dihentikan.
Orang-orang yang lebih taat beragama akan menarik diri ke tempat-tempat sunyi seperti gua dan kuil untuk bermeditasi.
Menurut tradisi Islam (hadits), bulan Ramadan juga diyakini sebagai waktu diturunkannya kitab suci kepada Nabi Ibrahim.
- Malam Lailatul Qadr, Malam Penuh Kemuliaan
Pada bulan Ramadan tahun 610 M, diyakini bahwa Allah pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad.
Saat itu, Rasulullah mengasingkan diri ke Gua Hira, di pinggiran Makkah, untuk melakukan meditasi dan perenungan.
Pada salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir, beliau mendengar suara yang memintanya untuk membaca (iqra).
Dari sinilah dimulainya wahyu Al-Qur'an, yang pertama kali terdapat dalam Surat Al-Alaq.
Malam tersebut dikenal sebagai Lailatul Qadr atau Malam Kemuliaan, yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai "lebih baik dari seribu bulan" (QS. Al-Qadr: 3).
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak beribadah dan berdoa pada malam-malam terakhir Ramadan.
- Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Haus
Selain menahan diri dari makan dan minum, umat Islam juga diwajibkan menghindari aktivitas seksual serta perilaku buruk selama berpuasa.
Puasa bukan hanya tentang fisik, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas dengan menahan hawa nafsu.
Bahkan, praktik berpuasa telah dilakukan sebelum Islam dan ditemukan dalam berbagai agama besar di dunia, yang juga diketahui memiliki manfaat kesehatan.
- Ibadah Khusus yang Hanya Ada di Bulan Ramadan
Selain sahur dan berbuka puasa, Ramadan juga dikenal dengan beberapa ibadah khusus seperti:
- Salat Tarawih, salat malam yang dilakukan setelah Isya oleh umat Islam Sunni.
- I’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
- Zakat Fitrah, sumbangan wajib yang diberikan menjelang Idul Fitri untuk membantu kaum yang kurang mampu.
- Ramadan Dimulai dan Berakhir pada Tanggal yang Berbeda Setiap Tahun
Awal Ramadan selalu berubah setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
Ini karena kalender Islam mengikuti siklus bulan, dan awal bulan hanya ditetapkan ketika hilal (bulan sabit pertama) terlihat.
Karena itulah, penetapan tanggal pasti Ramadan hanya bisa dipastikan sehari sebelumnya.
Begitu pula dengan akhir Ramadan, yang ditentukan berdasarkan pengamatan hilal dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri.
- Perbedaan Tradisi Ramadan di Berbagai Negara
Perbedaan utama dalam perayaan Ramadan adalah waktu mulai dan berakhirnya puasa.
Karena mengikuti penampakan bulan, sebagian besar umat Islam Sunni menggunakan hilal yang terlihat di Arab Saudi.
Namun, ada juga yang mengikuti pengamatan di negara masing-masing, sehingga tanggal awal dan akhir Ramadan bisa berbeda.
Sementara itu, umat Islam Syiah memiliki tradisi unik seperti merayakan kelahiran Imam Hasan bin Ali pada 15 Ramadan serta memperingati kesyahidan Imam Ali bin Abi Thalib dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan.
- Peristiwa Sejarah Penting yang Terjadi di Bulan Ramadan
Ramadan juga menjadi saksi beberapa peristiwa bersejarah dalam Islam, di antaranya:
- Pertempuran Badar (624 M) – Perang besar pertama dalam sejarah Islam, yang dimenangkan oleh kaum Muslimin di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad.
- Isra Mi’raj – Peristiwa perjalanan malam Nabi Muhammad ke langit ketujuh, yang menurut beberapa riwayat terjadi pada bulan Ramadan.
- Fathu Makkah (630 M) – Kembalinya Nabi Muhammad ke Makkah setelah diusir oleh kaum Quraisy, yang menjadi titik penting penyebaran Islam. (mif)
Editor : Miftahul Khair