Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Berkah Ramadan bagi UMKM, Berburu Kue Tradisional dan Tradisi Ramadan

A'an • Kamis, 6 Maret 2025 | 10:20 WIB

 

KANTIN RAMADAN: Suasana Kantin Ramadan Yumna saat masyarakat berburu makanan untuk berbuka puasa.
KANTIN RAMADAN: Suasana Kantin Ramadan Yumna saat masyarakat berburu makanan untuk berbuka puasa.

PONTIANAK POST – Ramadan tahun ini kembali membawa berkah bagi para pedagang makanan berbuka di Kantin Ramadan Yumna, yang terletak di Jalan Prof. M Yamin. Kantin ini dikelola oleh Umi Marratushaliha (30), warga Jalan Berdikari, Nipah Kuning Dalam, Pontianak Barat. Sejak awal Ramadan 2025, kantin ini menjadi pusat kuliner yang menjajakan aneka kue tradisional dan menu berbuka lainnya.

Setiap hari, sekitar 25 pedagang berkumpul di kantin ini untuk menjual berbagai jenis makanan, termasuk kue tradisional seperti onde-onde, doko-doko ubi, dan pasar juadah. Kantin Ramadan Yumna beroperasi mulai pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, memberikan kesempatan bagi warga untuk mencari hidangan berbuka yang khas dan lezat.

Umi Marratushaliha mengungkapkan bahwa usaha ini melibatkan tiga orang pekerja yang membantu operasional harian. Meski demikian, mereka menghadapi tantangan, terutama kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kadang hujan turun, dan itu mempengaruhi jumlah konsumen. Namanya juga jualan, kadang ramai, kadang sepi,” ujarnya.

Menjelang sore, suasana di Kantin Ramadan Yumna semakin ramai. Para pembeli mulai berdatangan mendekati waktu berbuka, memilih berbagai jenis kue dan makanan untuk berbuka puasa. Bau harum kue yang baru matang menguar di udara, menggoda selera siapa saja yang melintas. Beberapa pengunjung tampak berbincang dengan pedagang sambil menanyakan harga dan memilih makanan favorit mereka.

Umi mengatakan, di tengah antrean, para pedagang tetap sigap melayani pelanggan dengan ramah. Sesekali terdengar suara candaan antara pembeli dan pekerja, menciptakan suasana yang akrab dan hangat. “Kalau sudah sore begini, pasti lebih ramai. Biasanya mendekati magrib, banyak yang buru-buru mencari makanan berbuka,” kata salah satu pekerja sambil melayani pelanggan.

Dengan beragam sajian yang ditawarkan dan semangat para pedagang, Kantin Ramadan Yumna tetap menjadi salah satu tujuan utama warga untuk mendapatkan makanan berbuka yang khas dan menggugah selera.

Suasana yang ramai, aroma makanan yang menggoda, serta interaksi antara pedagang dan pembeli menjadikan kantin ini lebih dari sekadar tempat berjualan, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi Ramadan yang dinantikan setiap tahunnya. (mse)

Editor : A'an
#UMKM #ramadan berkah #berburu takjil