PONTIANAK POST - Bulan Ramadan sering kali membuat orang yang terbiasa berolahraga bertanya-tanya, bisakah tetap aktif seperti biasanya saat berpuasa?
Menurut dr. Fadzil Hamzah, staf Departemen Kedokteran Olahraga dan Latihan di Rumah Sakit Umum Changi (CGH) dan anggota grup SingHealth, olahraga saat puasa tergantung pada tingkat aktivitas fisik seseorang sebelum Ramadan.
"Bagi yang sudah terbiasa berolahraga secara teratur, tetaplah berolahraga seperti biasa, namun jangan menambah frekuensi, intensitas, atau durasi," ujar dr. Fadzil, dikutip dari HealthXChange.
Selain itu, penting untuk mendengarkan kondisi tubuh dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.
Berikut tiga waktu terbaik untuk berolahraga selama Ramadan, beserta kelebihan dan kekurangannya.
1. Pagi Hari Setelah Sahur
Berolahraga di pagi hari setelah matahari terbit memberikan energi lebih karena jeda waktunya tidak terlalu jauh dari sahur.
Namun, ada risiko dehidrasi, karena tidak ada kesempatan untuk minum kembali hingga waktu berbuka.
2. Sore Hari Sebelum Berbuka
Jika memilih olahraga sebelum berbuka, tubuh memiliki kesempatan untuk segera mengisi ulang energi saat Maghrib tiba.
Namun, tubuh perlu didukung dengan asupan nutrisi yang cukup saat sahur, agar tidak kehilangan energi terlalu cepat setelah berolahraga.
3. Malam Hari Setelah Berbuka
Olahraga setelah berbuka puasa sering kali menjadi pilihan ideal karena tubuh sudah mendapatkan asupan makanan dan cairan.
Namun, perlu diperhatikan agar tidak makan berlebihan sebelum berolahraga dan menghindari aktivitas berat 1–2 jam sebelum tidur, agar kualitas istirahat tetap optimal.
Bagi yang jarang berolahraga, disarankan untuk memulai dengan intensitas rendah, lalu meningkatkannya secara bertahap.
Tetap aktif secara fisik juga bisa dilakukan melalui aktivitas sederhana, seperti berjalan kaki ke pasar atau menggunakan tangga daripada lift.
Dengan memilih waktu dan jenis olahraga yang tepat, tubuh tetap bisa bugar selama Ramadan tanpa mengganggu ibadah puasa. (mif)
Editor : Miftahul Khair