PONTIANAK POST – Olahraga selama bulan Ramadan tetap penting dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh meskipun sedang menjalani ibadah puasa.
Selain mempertahankan stamina, olahraga juga membantu menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot, dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Namun, karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman sepanjang hari, olahraga selama puasa harus dilakukan dengan strategi yang tepat.
Jika tidak, tubuh bisa cepat mengalami dehidrasi dan kehilangan energi. Oleh karena itu, memilih jenis olahraga yang tepat serta menentukan waktu dan durasinya sangat penting.
Melansir dari Siloam Hospitals (17/3), berikut ini adalah beberapa olahraga ringan yang bisa dilakukan selama puasa Ramadan.
Baca Juga: Bolehkah Minum Kopi Saat Buka Puasa? Ini Waktu Terbaik dan Risikonya
Rekomendasi Olahraga Ringan Selama Puasa
- Bersepeda
Bersepeda dengan jarak dekat bisa menjadi pilihan yang baik saat berpuasa.
Aktivitas ini membantu membakar kalori, menyehatkan jantung, dan mengencangkan otot, tanpa terlalu menguras energi.
- Jalan Santai
Jalan santai adalah olahraga ringan yang sangat efektif untuk membakar lemak tanpa membuat tubuh cepat lelah.
Selain itu, aktivitas ini juga baik untuk kesehatan jantung, tulang, dan otot jika dilakukan secara rutin.
- Jogging
Jika masih memiliki cukup energi, jogging dengan intensitas ringan selama 30 menit di pagi atau sore hari bisa menjadi pilihan.
Namun, berhenti segera jika merasa lelah agar tidak mengalami dehidrasi.
- Yoga
Yoga merupakan olahraga yang lebih berfokus pada teknik pernapasan dan peregangan otot.
Selain tidak menguras energi, yoga juga membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kualitas tidur.
- Pilates
Pilates adalah olahraga ringan yang dapat meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, serta mengatasi stres.
Gerakan dalam pilates bisa disesuaikan dengan kemampuan tubuh, sehingga cocok dilakukan selama puasa.
Durasi dan Waktu Terbaik untuk Berolahraga
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan total waktu olahraga sekitar 150 menit per minggu, yang dapat dibagi menjadi 3–5 sesi per minggu dengan durasi 30–50 menit per latihan.
Sementara itu, berikut adalah waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa:
- Sebelum Sahur
Olahraga dapat dilakukan 30 menit sebelum sahur, dengan catatan tubuh sudah mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Olahraga pada waktu ini bisa membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
- Sebelum Berbuka
Pilihan lain adalah berolahraga 30 menit sebelum berbuka, sehingga setelah selesai tubuh bisa langsung mendapatkan asupan cairan dan energi dari makanan berbuka.
- Setelah Berbuka
Jika ingin olahraga setelah berbuka, beri jeda waktu agar makanan dapat dicerna dengan baik.
Konsumsi makanan ringan terlebih dahulu sebelum mulai berolahraga agar tubuh tidak terasa berat.
- Sebelum Tidur
Olahraga juga bisa dilakukan setelah sholat Tarawih, ketika tubuh sudah memiliki asupan energi dan cairan yang cukup.
Namun, hindari olahraga berat 1–2 jam sebelum tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur.
Persiapan Sebelum Berolahraga Saat Puasa
- Penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak sehat untuk menjaga energi.
- Minum cukup air saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap terhidrasi.
- Jangan memaksakan diri—jika merasa lelah, segera hentikan olahraga.
- Tidur yang cukup (7–9 jam per hari) agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah lelah.
Berolahraga saat puasa tetap bisa dilakukan asalkan memilih jenis olahraga yang ringan, menentukan waktu yang tepat, serta memperhatikan kebutuhan cairan dan nutrisi.
Selain olahraga, menjaga pola makan dan istirahat juga penting agar tubuh tetap sehat dan bugar selama Ramadan.
Dengan strategi yang tepat, puasa tetap lancar, tubuh tetap bugar! (mif)
Editor : Miftahul Khair