Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kue Epok-Epok: Takjil Manis Khas Sintang yang Diburu Saat Ramadan

A'an • Senin, 17 Maret 2025 | 12:38 WIB

 

 

KHAS: Kue epok-epok dengan kuah santan siap dijadikan santapan berbuka puasa.
KHAS: Kue epok-epok dengan kuah santan siap dijadikan santapan berbuka puasa.

Selalu Ludes Terjual, Digemari Berbagai Kalangan

PONTIANAK POST - Saat bulan suci Ramadan tiba, berbagai macam jajanan kuliner di Sintang selalu ramai dengan berbagai hidangan khas untuk berbuka puasa. Satu diantara kuliner yang paling diburu masyarakat adalah kue epok-epok, jajanan tradisional yang menawarkan cita rasa manis dan gurih dalam setiap gigitannya.

Kue epok-epok terbuat dari campuran gula merah dan parutan kelapa, lalu dibalut dengan adonan tepung beras sebelum akhirnya dikukus hingga matang. Keunikan dari kue ini adalah kuah santannya yang kental, memberikan sensasi lembut dan legit saat disantap. Dengan harga Rp7.500 per porsi, kue ini menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk berbuka puasa.

Erna, satu diantara penjual epok-epok pada saat Ramadan di Sintang, mengatakan bahwa kue ini selalu habis terjual setiap harinya. "Setiap sore, orang-orang mulai berdatangan untuk mencari epok-epok. Biasanya, dalam waktu kurang dari dua jam, dagangan saya sudah ludes," ujar Erna saat ditemui di lapak warung miliknya, Sabtu (15/3).

Erna menuturkan kue epok-epok merupakan makanan tradisional yang digemari oleh berbagai kalangan, terutama para orang tua yang telah terbiasa dengan santapan khas Bumi Senentang ini.

"Ini makanan orang tua dari zaman dulu, jadi mereka biasa buat kue epok-epok ini sebagai menu pelengkap saat berbuka puasa," jelas Erna.

Selain epok-epok, Erna juga menjual berbagai jenis minuman segar dan jajanan lainnya yang cocok dijadikan takjil. "Ramadan memang selalu membawa berkah. Saya bisa menjual ratusan porsi epok-epok dan minuman setiap hari," tambahnya.

Demi terus memuaskan para pelanggan, Erna tetap mempertahankan ciri khas rasa epok-epok buatannya. "Kita mempertahankan tekstur lembut dan kuah santan yang tidak terlalu encer," ungkap Erna.

Kue epok-epok tidak hanya menjadi favorit di kalangan warga lokal, tetapi juga menarik perhatian pendatang yang ingin mencicipi kuliner khas Sintang. Dengan keunikan rasanya, kue ini semakin memperkaya tradisi kuliner Ramadan di daerah tersebut. (nda)

Editor : A'an
#puasa #ramadan #kue tradisional