Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Keutamaan Istighfar di Malam-Malam Terakhir Ramadan dan Lailatul Qadar

Miftahul Khair • Senin, 24 Maret 2025 | 15:50 WIB
Ilustrasi memperbanyak Istighfar atau memohon ampun kepada Allah di antara 10 malam terakhir Ramadan.
Ilustrasi memperbanyak Istighfar atau memohon ampun kepada Allah di antara 10 malam terakhir Ramadan.

PONTIANAK POST - Malam-malam terakhir Ramadan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam.

Di antara 10 malam terakhir tersebut, terdapat satu malam istimewa yang penuh berkah dan pahala besar, yang dikenal sebagai Lailatul Qadar.

Pada malam-malam ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak Istighfar atau memohon ampun kepada Allah.

Istighfar menjadi amalan utama karena malam-malam ini dipenuhi dengan rahmat dan pengampunan Allah.

Apa Itu Istighfar?

Istighfar adalah tindakan memohon ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

Dalam bahasa Arab, kata "Istighfar" berasal dari akar kata "ghafara" yang berarti "menutupi atau mengampuni."

Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, baik disengaja maupun tidak. Istighfar menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa kecil maupun besar dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah.

Istighfar bisa dilakukan kapan saja, tetapi memiliki keutamaan khusus saat dilakukan pada malam-malam terakhir Ramadhan, terutama pada Lailatul Qadar.

Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan karena di dalamnya terdapat kemungkinan turunnya Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr (97:1-3):

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Malam Ketetapan. Dan tahukah kamu apakah Malam Ketetapan itu? Malam Ketetapan itu lebih baik dari seribu bulan."

Artinya, ibadah dan amal baik yang dilakukan pada malam ini akan mendapatkan pahala yang lebih besar daripada ibadah selama seribu bulan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan penuh harap kepada Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari no. 2014)

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Keistimewaan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan dan pengampunan.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mencari malam ini di 10 malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan).

  1. Malam Pengampunan Dosa

Lailatul Qadar adalah malam terbaik untuk memohon ampunan Allah. Siapa saja yang berdoa dengan penuh keikhlasan akan diampuni dosa-dosanya, sebagaimana sabda Rasulullah:

"Barang siapa yang memohon ampun pada malam Lailatul Qadar dengan tulus, maka Allah akan mengampuninya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Malam Penuh Kedamaian

Dalam Surah Al-Qadr (97:4), Allah menyebutkan bahwa pada malam ini:

"Malaikat-malaikat dan Jibril turun dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan."

Artinya, malam ini dipenuhi dengan ketenangan dan keberkahan yang membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia.

  1. Malam Penentuan Takdir

Lailatul Qadar adalah malam di mana takdir manusia untuk satu tahun ke depan ditentukan.

Berdoa dan memohon ampun pada malam ini bisa membuka jalan kebaikan dan keberkahan dalam hidup.

Mengapa Istighfar Penting di Malam-Malam Terakhir Ramadhan?

Istighfar memiliki banyak keutamaan, terutama saat dilakukan pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Berikut adalah alasan mengapa Istighfar sangat dianjurkan:

  1. Menyucikan Hati dari Dosa

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Istighfar menjadi cara untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan Allah.

Allah berfirman:

"Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun."
(QS. An-Nasr: 3)

  1. Mendapatkan Rahmat dan Kasih Sayang Allah

Sepuluh malam terakhir Ramadhan dipenuhi dengan rahmat Allah. Memperbanyak Istighfar membuka peluang untuk mendapatkan kasih sayang dan pengampunan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang memohon ampun dengan tulus, maka Allah akan mengampuninya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Jalan Menuju Surga

Istighfar menjadi salah satu amalan yang bisa membawa seorang hamba menuju surga. Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak seratus kali."
(HR. Muslim)

  1. Menguatkan Iman dan Ketenangan Hati

Dengan memperbanyak Istighfar, seseorang akan merasa lebih tenang dan kuat secara spiritual.

Istighfar memperkuat keyakinan bahwa Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Amalan Istighfar yang Dianjurkan

Berikut adalah beberapa bacaan Istighfar yang dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadhan:

- Sayyidul Istighfar:
"Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u laka bidzanbi faghfirli, fa innahu la yaghfiru adz-dzunuba illa anta."

- Astaghfirullahal 'adziim
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

- Astaghfirullah wa atubu ilaih
"Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya."

Tips Meningkatkan Kualitas Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Editor : Miftahul Khair
#lailatul qadar #10 hari terakhir #ramadan #Istighfar