Pada Minggu (8/12), Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc MH menyampaikan logistik bantuan kepada korban banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Paloh. Dalam kesempatan tersebut, Atbah juga memberikan pesan kepada masyarakat yang terkena banjir, untuk menjaga kesehatan, segera bertemu petugas kesehatan jika mengalami gejala penyakit. Serta memimpin doa, agar semua wilayah dan masyarakat Sambas terhindar dari bencana, terhindar dari hal-hal tidak baik.
Sebelumnya pada Sabtu (7/12), Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH juga telah melihat kondisi sejumlah desa di Paloh yang terkena banjir. Tak hanya mendatangi warga, Wakil Bupati juga melihat sejumlah fasilitas umum yang kebanjiran.
Dari data kepolisian, banjir di Kecamatan Paloh terjadi di Desa Sebubus diantaranya di Dusun Sungai Dungun, Dusun Jeruju, Dusun Sebuluh. Desa Nibung (Dusun Perintis, Dusun Cempaka), Desa Malek (Dusun Purun), Desa Mentibar (Dusun Sungai Simpur), Desa Tanah Hitam (Dusun Peria, Dusun Sinar Medan) dan Desa Matang Danau (Dusun Perigi Nyatuk).
"Saat terjadi banjir, saya sudah langsung instruksikan ke BPBD Sambas, untuk memantau dan memonitor kondisi secara langsung di Paloh. Dan itu (memonitor) harus terus dilakukan. BPBD Sambas sudah melaksanakan itu, dan pada Sabtu (7/12) Wabup Sambas juga sudah turun ke lokasi," kata H Atbah Romin Suhaili Lc MH.
Kemudian pada Minggu (8/12) dirinya akan turun langsung ke Paloh, sekaligus membawa logistik bantuan yang diperlukan bagi masyarakat yang menjadi korban banjir. "Minggu pagi, saya akan ke Paloh melihat kondisi dan sekaligus membawa logistik bantuan yang dibutuhkan korban banjir," katanya.
Atbah juga meminta, perkembangan kondisi banjir di Paloh, harus dipantau secara terus menerus. Sehingga langkah antisipasi dan lainnya, bisa segera dilaksanakan. "Saya sudah sampaikan juga ke BPBD, untuk terus memonitor, kemudian melihat wilayah, kecamatan, desa lainnya yang mungkin terdampak banjir. Kami berharap dengan monitoring yang dilakukan secara intens bisa mengurangi dampak, karena BPBD punya cara atau teknik untuk mengatasi itu, jadi yang penting," katanya.
Bupati Sambas juga sudah memerintahkan Sekda Sambas, untuk mengkoordinir Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain melalui BPBD dalam upaya secara bersama membantu masyarakat korban banjir. "Sekda juga sudah memerintahkan untuk mengajak semua pihak terkait, karena ini upaya bersama guna mengatasi adanya bencana melalui BPBD. Misalnya dalam kesehatan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, kemudian
berkaitan dengan adanya bangunan sekolah yang terkena koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini dilaksanakan supaya masyarakat yang terkena banjir diperhatikan, jangan sampai terkena penyakit akibat banjir," katanya.
Ketika ditanya apakah perlu penetapan Kejadian Luar Biasa atau KLB atas banjir Paloh. Bupati Sambas menegaskan belum.
Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH menyebutkan sepanjang jalan menuju Kecamatan Paloh terendam banjir pada Sabtu (7/12). Wakil Bupati juga melihat langsung kondisi pasien yang masih di rawat di Puskesmas Paloh. Ia berterima kasih atas partisipasi warga masyarakat yang proaktif dalam membantu pasien dan warga yang tertimpa musibah, salah satu contohnya dengan menyiapkan sampan untuk digunakan sebagai alat transportasi. "Saya menghimbau kepada masyarakat untuk waspada
terhadap banjir yang sedang terjadi dan berhati-hati terhadap binatang yang berbisa dan juga aliran listrik," katanya. Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor banjir hingga setinggi lutut orang dewasa ini telah merendam beberapa rumah warga, Puskesmas Paloh bahkan sekolah-sekolah yang berada di sekitar Desa Nibung. "Selain rumah warga, beberapa fasilitas yang ada seperti Puskesmas dan beberapa sekolah terendam banjir," katanya.
Saat di Paloh, Bupati Sambas monitoring ke beberapa dusun di Desa Nibung dan Sebubus. Bupati didampingi Kadis Kesehatan, Kepala BPBD, Camat Paloh, Sekdinsospmd, Ketua PMI Kabupaten Sambas. Selanjutnya, Bupati Sambas juga memberikan bantuan ke warga yang terkena banjir di Bukit Segoler Kecamatan Tebas.
Perbatasan Banjir
Dua kecamatan di Kabupaten Sambas yang berada di batas Negara Indonesia – Malaysia, diantaranya memiliki wilayah atau desa yang saat ini terkena banjir.
Seperti di Kecamatan Paloh, beberapa dusun di enam desa terkena banjir akibat air pasang dan curah hujan tinggi. Sementara di Kecamatan Sajingan Besar, sejumlah titik di Desa Sungai Bening, juga terdampak banjir.
“Di Desa Sungai Bening, ada beberapa wilayah,” kata Camat Sajingan Besar, Supardi, Minggu (8/12) ketika dikonfirmasi wartawan.
Tak hanya daerah perbatasan Indonesia- Malaysia. Dari sejumlah informasi, wilayah di kecamatan penyangga daerah perbatasan, seperti Kecamatan Galing ada beberapa titik mengalami banjir.(fah) Editor : Ari Aprianz