“Uji coba KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai penduduk tumbuh seimbang. Dan merupakan wadah sinergitas antara pemerintah daerah dan lintas sektor, guna berkoordinasi secara baik dan berkesinambungan dalam manajemen pelayanan KB," kata Bupati.
Diharapkan dia, melalui KB MKJP ini akan menjawab tantangan pelayanan KB yang berhadapan dengan kondisi belum optimalnya ketersedian, keterjangkauan, dan kualitas pelayanan KB itu sendiri. "Dengan peluncuran uji coba ini, kami berharap terdapat perubahan yang signifikan dalam pelayanan KB di Kabupaten Sambas dan dapat langsung menyentuh sasaran," katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya menjelaskan bahwa di Kabupaten Sambas, angka pemakaian kontrasepsi atau contraceptive prevalence rate dalam 3 tahun terakhir sudah melebihi dari target nasional. Disebutkan dia bahwa pada 2020, target nasional adalah 61,78 persen, target Provinsi Kalbar (66,65 persen), sementara capaian Kabupaten Sambas, 71,4 persen. “Ini menunjukkan capaian CPR atau angka pemakaian kontrasepsi di Sambas melebihi target nasional dan provinsi,” kata dia.
Sementara untuk kepesertaan ber-KB, MKJP di Kabupaten Sambas, dilihat dari tren tiga tahun terakhir, diungkapkan dia, juga menunjukkan hasil yang baik. “Trending 3 tahun terakhir selalu meningkat hasil capaiannya walaupun masih di bawah target nasional,” katanya.
Pada kondisi pandemi Covid-19, diakui dia, juga berpengaruh pada peserta KB aktif. “Kami terus masifkan edukasi dan informasi kepada pasangan usia subur terkait kontrasepsi jangka panjang,” katanya. (fah) Editor : admin2