Orang nomor satu di Kabupaten Sambas menyebutkan tersebut dilakukan, sebagai upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Seperti adanya musibah yang dialami sejumlah nelayan pencari ikan di perairan Kabupaten Sambas beberapa hari yang lalu. “Jika memang prediksi kondisi cuaca ekstrim, bisa menunda terlebih dahulu untuk melaut. Ini semua demi keselamatan,” katanya.
Hal sama juga disampaikan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Sarwono. Dirinya meminta kepada seluruh pemilik kapal dan masyarakat nelayan, melakukan update cuaca dari BMKG, kemudian memonitor kondisi cuaca dilaut sebelum turun mencari ikan. “Ini dilakukan dalam upaya menjaga keselamatan saat mencari ikan dilaut,” katanya.
Pihaknya, sebutnya, dalam upaya melindungi nelayan disituasi cuaca yang tidak baik. Akan lebih selektif untuk mengeluarkan surat pelayaran. “Kalau memang nantinya ada prediksi cuaca ekstrem dari BMKG, kami diminta oleh kementerian tak mengeluarkan surat pelayaran terlebih dahulu,” katanya.
Perlu diketahui, belum lama ini 16 kapal nelayan akibat cuaca buruk yang menerjang perairan Kalimantan Barat. Kemudian puluhan ABK dinyatakan dalam pencarian akibat musibah tersebut.(fah) Editor : admin2