Hal tersebut disampaikannya setelah mendengar penjelasan dari Ketua Pansus Raperda Tentang RPJMD Kabupaten Sambas 2021-2026 saat kegiatan sosialisasi yang digelar di DPRD Kabupaten Sambas, Selasa (23/11).
Jamiat menyebutkan dirinya setuju adanya program OVOP, yang ini akan menjadi salah satu upaya membangkitkan perekonomian terutama bagi warga desa. Kemudian program ini, sejalan dengan apa yang menjadi kegiatan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. “Ada upaya dari kementerian untuk membangun desa menjadi mandiri (Desa Mandiri) salah satunya dengan melaksanakan program OVOP, sehingga apa yang dilaksanakan Pemkab Sambas, sejalan dengan apa yang ada di pusat,” katanya. Dikesempatan tersebut, Rektor IAIS juga menyampaikan sejumlah terkait dengan isu strategis Pemkab Sambas yang tercantum dalam Raperda tentang RPJMD Kabupaten Sambas 2021-2026.
Ketua Pansus DPRD Kabupaten Sambas tentang Raperda RPJMD 2021-2026, Anwari menyebutkan dalam program unggulan Pembangunan Kabupaten Sambas yang dituangkan dalam Raperda RPJMD 2021-2026, salah satunya adalah Program pengembangan One Village One Product.
Dimana dalam program unggulan tersebut diuraikan bagaimana menjadi upaya mengembangkan komoditas unggulan daerah, pembinaan dan pendampingan intensif pada desa-desa yang memiliki kegiatan ekonomi sebagai salah satu produk unggulan daerah. Keterlibatan dan partisipatif aktif seluruh lintas pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat.
Kemudian melakukan penataan distribusi barang, percepatan peningkatan status desa mandiri, penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, serta penataan kebudayaan daerah untuk menunjang ekonomi kreatif.(fah) Editor : admin2