Pencanangan Pasar Melayu sebagai Desa Wisata Sungai, setelah adanya kegiatan yang dilaksanakan Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) bersama pihak Desa Pasar Melayu, yakni penataan ditempat itu, mulai dari menghias jalan yang ada ditepi Sungai Sambas Besar, hingga menyiapkan kuliner khas yang merupakan buatan Warga Desa Pasar Melayu.
Spot foto disiapkan, terutama pada malam hari, akan semakin cantik dengan adanya pencahayaan yang disiapkan, yang nantinya bisa menjadi tempat swafoto menarik dan bisa diunggah di sosial medianya masing-masing.
Kepala Desa Pasar Melayu, Heri Irawan mengaku secara geografis berada di tepian sungai Sambas. Menjadi salah satu potensi yang dimiliki Desa Pasar Melayu. Kehadiran pihak Poltesa, yakni Dosen dan mahasiswanya, bersama masyarakat menggarapnya dan pada Senin (25/7) malam diresmikan. “Kehadiran Dosen dan mahasiswa Poltesa memberikan ide untuk mengembangkan potensi yang ada, yakni mempercantik desa dengan harapan bisa menjadi Desa Wisata Sungai di Kabupaten Sambas,” kata Heri, Senin (26/7) malam saat peresmian Desa Wisata Sungai di aula Kantor Desa Pasar Melayu.
Apresiasi disampaikan kepada Poltesa, yang sudah menggarap salah satu potensi Desa Pasar Melayu. Dengan harapan, kedepannya benar-benar bisa menjadi desa wisata, khususnya tepian sungai. Hadir dalam peresmian, Direktur Poltesa, Yuliansyah, Dari Disparpora Kabupaten Sambas, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Anwari, serta tamu khusus dari Kota Singkawang. “Pasar Melayu menjadi salah satu desa yang menjadi perhatian Poltesa melalui program yang ada, untuk dikembangkan potensinya. Desa yang lain ada di daerah perbatasan yakni Desa Temajuk, yang juga menjadi desa binaan Poltesa,” kata Yuliansyah.
Diharapkan, dengan digarapnya potensi desa ini. Memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan sektor perekonomian. “Salah satu tanggung jawab perguruan tinggi, yakni dengan program pengabdian kepada masyarakat, yang itu dilakukan dosen maupun mahasiswa kepada masyarakat,” katanya.
Yuliansyah menyebutkan Poltesa ingin hadir sebagai kampus yang bisa mengembangkan potensi masyarakat dengan menggandeng pemerintah, pemdes, hingga organisasi yang peduli dengan pengembangan sektor kepariwisataan. “Ada 193 desa di Kabupaten Sambas, dan semua desa pasti memiliki potensi. Sehingga Poltesa akan memberikan peranannya dalam mengembangkan dalam rangka pembangunan ekonomi kreatif masyarakat, tentu saja bergandengan dengan pemkab, pemdes, termasuk dengan organisasi yang peduli akan pembangunan di Kabupaten Sambas,” katanya.
Dalam kegiatan peresmian, semua tamu dihibur dengan tarian serta drama yang dibawakan mahasiswa Poltesa. Kemudian setelah pencanangan, seluruh yang hadir menyusuri jalan yang sudah dihias ditepian sungai di kawasan Desa Pasar Melayu. (fah) Editor : Misbahul Munir S