“Sudah tiga kali sarang kena ambil orang, kalau dijumlah sudah sekitar 12 sarang yang hilang,” katanya, Minggu (23/10). Pertama ketika dirinya tak berada di rumah. Lima sarang hilang, dan diketahui beberapa hari berikutnya. Tak berselang lama, lima sarang hilang lagi. “Awalnya lima, kemudian lima. Padahal yang kedua, saya berada di rumah,” katanya.
Lantaran sepuluh sarang sudah hilang. Dirinya berinisiatif memindahkan lokasi ke yang lebih dekat lagi dengan rumah. “Setelah hilang sepuluh sarang, saya pindah semua sarang yang masih tersisa. Tapi setelah dipindah, masih juga diambil orang. Terakhir dua sarang hilang,” katanya.
Padahal, tempat sarang, sudah dibuatkan pagar, kemudian dipaku, tapi tetap masih diambil. “Biasanya kan memang kotak dengan pohon yang menjadi tempat sarang lebah tak dipaku, setelah ada yang hilang, sekarang saya paku agar kuat, tapi masih tetap diambil,” katanya.
Atas kejadian ini, jumlah sarang lebah kelulut miliknya berkurang. Alhasil madu yang dipanennya pun sedikit. “Kalau ditotal tinggal belasan lah sekarang ini, mudah-mudahan tak ada lagi yang hilang,” katanya. Tak hanya dirinya, sejumlah warga pembudidaya kelulut juga ada yang mengaku kehilangan sarang. “Ada dengar, ada kawan yang juga membudidayakan lebah kelulut hilang sarangnya. Katanya sih dua sarang sudah hilang,” katanya. (fah) Editor : Misbahul Munir S