Kepala Desa Tempapan Hulu, Asmanto mengatakan ada sekitar 173 rumah warga yang terdampak air banjir dengan ketinggian bervariasi. yakni di Dusun Semanas khususnya RT 3,4,7,8 serta RT9 serta di Dusun Dadau khususnya RT 13. "Air naik mulai terjadi pada Minggu (6/11), dan hingga sekarang terpantau masih ada kemungkinan naik," kata Asmanto, Senin (7/11).
Atas kondisi yang ada, masyarakat ada yang menggunakan sampan untuk beraktivitas, karena ketinggian ada yang mencapai 20 sentimeter, hingga 50 sentimeter. "Paling tinggi kondisi air adalah di jalan, yang mencapai sekitar 50 sentimeter, motor yang ada kalau mau melintas dinaikkan ke perahu," katanya.
Pihak desa, terus melakukan pemantauan terkait kondisi air, dan sementara laporan dari pihak dusun, ada kenaikan tinggi air dikarenakan hujan masih terjadi. Dirinya pun berharap air bisa lekas surut agar aktivitas normal seperti sedia kala. "Mohon doa, semoga air cepat surut sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu lagi," katanya.
Tak hanya itu, banjir yang terjadi juga mengenai ruang kelas Sekolah Satu Atap (Satap) Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing. Bahkan atas kondisi yang terjadi, pihak sekolah meliburkan siswanya.
Hal tersebut juga disampaikan Kepala Desa Tempapan Hulu, Asmanto. Akibat banjir, pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar mengajar. “Sementara ini sekolah Satap SDN 19 Semanas, dan SMPN 6 Galing diliburkan, karena para siswa tak bisa datang ke sekolah karena banjir, termasuk ruang kelas juga ada yang terkena banjir,” katanya.
Informasi tersebut, disampaikan Kepala SDN 19 Semanas dan SMPN 6 Galing, ruang kelas sekolah tergenang banjir, sehingga sekolah diliburkan. “ada laporan terbaru dari pihak sekolah, ruang kelas tergenang banjir, dan siswa tidak bisa menuju sekolah, sebab banjir menggenangi jalan,” katanya. (fah) Editor : Misbahul Munir S