Sebagai kepala daerah, dari awal dirinya terus memberikan semangat kepada jajarannya untuk melakukan terobosan dalam upaya percepatan pembangunan, pelayanan terbaik kepada masyarakat serta hal lainnya. Terlebih, sebagai daerah perbatasan, inovasi sangat diperlukan. Sehingga komitmen bersama diperlukan untuk membuat program strategis percepatan pembangunan. “Sambas adalah daerah perbatasan, tentu harus dilakukan terobosan-terobosan yang strategis untuk percepatan pembangunan di daerah, sehingga tidak kalah saing dengan daerah lain," katanya.
Dalam presentasinya dihadapan panelis. Bupati Sambas memaparkan sejumlah inovasi-inovasi daerah yang dilakukan. Diantaranya pembangunan puluhan infrastruktur jembatan yang diberi nama Jembatan Berkemajuan tanpa menggunakan dana APBD. “Di 2021 dan 2022, sudah ada puluhan Jembatan Berkemajuan yang kami bangun tanpa menggunakan dana APBD. Jadi sumber dananya adalah dari para donatur, orang Sambas yang sudah sukses di Jakarta," katanya.
Sebagai kepala daerah, saat perjalanan dinas ke Jakarta. Di sela-sela urusan pemerintahan, diupayakan bertemu dengan pengusaha, yang merupakan orang Sambas. Dirinya bersyukur mereka siap mendonasikan dana untuk membangun kampung halamannya (Kabupaten Sambas). "Momen itu (perjalanan dinas ke Jakarta) saya manfaatkan, untung mereka dengan sukarela dan bersedia membantu untuk membangun kampung halamannya. Inilah yang patut disyukuri dan menjadi salah satu cara, atau terobosan pembangunan di tengah situasi APBD yang serba terbatas," katanya.
Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan keuangan daerah. Yakni berkolaborasi dan bersinergi dengan pengusaha-pengusaha untuk membangun kampung halaman. "Kalau menunggu dana pemerintah itu berapa lamanya baru bisa terealisasi. Jadi untuk mempercepat proses pembangunan di daerah, sinergi, dan dukungan semua pihak sangat diharapkan,” pungkasnya. (fah) Editor : Misbahul Munir S