Kunjungan pertamanya adalah ke Desa Sejiram untuk melihat inovasi yang dilakukan di desa itu. “Ini menjadi tahapan dalam penilaian IGA 2022. Yakni melakukan peninjauan dan validasi di Kabupaten Sambas, untuk melihat langsung apa yang dipresentasikan Bupati Sambas sebelumnya,” kata Yusharto. Hal sama juga dilakukan BSKDN Kemendagri, yakni melihat pelaksanaan peresmian Jembatan Berkemajuan ke-24 di Dusun Surabaya Desa Singaraya, dan Jembatan Berkemajuan ke-25 di Dusun Semparuk Kuala, Desa Semparuk, bersama Bupati Sambas Satono.
Sementara itu Bupati Sambas menyebutkan Jembatan Berkemajuan ke-25 di Dusun Semparuk Kuala tersebut dibangun dengan dana sumbangan dari donatur, tak menggunakan dana APBD sama sekali. "Inilah Jembatan Berkemajuan yang saya sampaikan saat presentasi di Kemendagri tentang inovasi daerah. Saya ingin menunjukkan bahwa dengan nilai gotong royong bisa melakukan percepatan pembangunan," kata Satono.
Selanjutnya meninjau Jembatan Berkemajuan di Penjajap Kecamatan Pemangkat, yang merupakan jembatan ke-11 yang dibangun di RT 4 RW 04, Dusun Turi, yang diresmikan pada Minggu (21/11) lalu. "Tadi saya bersama Bapak Yusharto sudah meninjau Jembatan Berkemajuan ke-11 di Penjajap. Beliau sudah melihat langsung bagaimana kualitas dan kekokohan jembatan yang dikerjakan secara gotong royong oleh TNI dan masyarakat," katanya.
Disampaikannya, kedatangan BSKDN di Kabupaten Sambas dalam rangka asistensi penilaian Innovative Government Award 2022, yakni dengan cara melihat secara langsung inovasi yang sudah dipresentasikan. “Masalah menang atau tidak itu urutan ketujuh. Paling penting adalah bagaimana bisa kedatangan tamu istimewa ini dari Kementerian. Sehingga inilah kesempatan untuk silaturahmi, menyampaikan langsung aspirasi untuk program pembangunan di daerah," pungkas Satono. (fah) Editor : Misbahul Munir S