Pantauan koran ini, sejumlah pernak pernik dan lampu hias sudah terpasang di gereja yang terletak di Jalan Gusti Hamzah, Kecamatan Sambas itu. Kemudian di dalam gereja juga sudah ditata rapi, termasuk adanya pohon Natal ukuran besar, Goa Maria dan panitia juga membuat replika kereta Santa Claus bersama rusa yang dipajang di depan gereja.
Humas Panitia Natal Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi PKB, Yakob Pujana menyebutkan secara keseluruhan, persiapan sudah 90 persen, tinggal penyelesaian beberapa item, seperti replika kereta Santa Claus.
"Berbeda dari Natal sebelumnya, tahun ini kami panitia membuat replika kereta rusa Santa Claus dua unit, yang nanti bisa dijadikan tempat berfoto umat yang datang ke gereja maupun masyarakat lainnya," kata Yakob Pujana, Kamis (22/12).
Selain itu, untuk kegiatan rangkaian ibadah juga sudah terjadwal dengan baik. Dimana setelah pandemi covid-19 bisa dikendalikan oleh pemerintah, tahun ini untuk misa malam Natal dan hari Natal, dilaksanakan satu kali.
"Kalau dulu, kami bagi menjadi dua kali Misa, tapi tahun ini, Misa satu kali, dimana kapasitas gereja bisa menampung antara 800 hingga seribu jemaat," katanya.
Panitia Natal, sudah melaksanakan beberapa kegiatan, diantaranya pada Kamis (15/12) melaksanakan ibadat di Lapas, Kemudian Rabu melaksanakan kegiatan pembersihan gereja, Kamis (22/12) agenda Ibadat Tobat, Sabtu (24/12) dimulai Pukul 18.00 WIB Misa Agung Malam Natal. Minggu (25/12) Misa Hari Raya Natal, Sabtu (31/12) Misa Tutup Tahun dan Minggu (1/1) Misa Tahun Baru.
Pastor Gereja Katolik Kristus Raja Paroki Sambas, Celestinus OFM CAP menyebutkan tema Natal Tahun ini yakni “Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain” yang maknanya kurang lebih, keanekaragaman yang ada adalah anugerah Allah, yang harus dirawat, disyukuri dan dikembangkan.
Keberagaman ini dimaknai dalam semangat Bhineka Tunggal Ika yang juga semboyan NKRI, artinya bukan inklusif. “Lahirnya Juru Selamat membawa suka cita semua orang, tak terbatas agama tertentu, artinya bersaudara, berbuat baiklah dengan sesama orang,” katanya.
Dalam berkehidupan di Kabupaten Sambas yang merupakan daerah dengan multi etnis, agama. Umat Kristen harus bisa menjadi teladan seperti yang didalam Injil. “Hendaklah menjadi teladan seperti agama Injil, dan selalu berbuat baik tanpa melihat siapa dia, tak dipagari agama, suku,” katanya. (fah) Editor : Misbahul Munir S