"Ditetapkan Presiden di 2024 angka stunting diseluruh wilayah Indonesia bisa turun menjadi 14 persen, maka diperlukan dilakukan upaya dan kerja keras seluruh stakeholder untuk bersama bersatu padu dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di seluruh Sambas,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sambas, Fatma Aghitsni, Selasa (7/1).
Namun, kata dia, kendati terjadi penurunan 2,1 persen, masih perlu kerja keras untuk mencapai target yang telah ditentukan (2024 dengan target 14 persen). "Ini perlu dukungan semua pihak untuk bersama dapat menurunkan angka stunting hingga mencapai target,” sebutnya. Pihaknya telah melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Sambas yang yang dihadiri BKKBN Kalbar, Bupati Sambas Satono, ketua dan anggota DPRD Sambas, para camat, Satgas Stunting, Kades, bidan, dan pihak terkait lainnya.
“Rakor yang dilaksanakan untuk merefleksi, mengimplementasi kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tahun 2022. Di dalam rakor ini juga dibahas apa saja kelebihan dan kekurangan terkait penanganan stunting yang sudah dilakukan,” katanya. Tidak hanya itu tambahnya, di dalam rakor ini juga dibahas apa saja rekomendasi tindak lanjut yang akan diambil dan dilaksanakan di 2023. “Kami juga melakukan pembahasan perbaikan-perbaikan kinerja TPPS untuk 2023. Terkait target yang diminta Bupati Sambas, kami akan selalu optimis dengan disertai kerja keras agar apa yang ditargetkan itu tercapai,” katanya.
Dalam Rakor, Bupati Sambas H Satono berharap kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sambas mempererat sinergi dan kolaborasi bersama pihak terkait lainnya dalam percepatan penurunan angka stunting. Lantaran diperlukan komitmen bersama dari seluruh anggota TIM Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sambas demi mencapai tujuan. (fah) Editor : Misbahul Munir S