Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dosen Poltesa Berikan Pendampingan Petani cara Olah Buah Rambutan jadi Produk Pangan

A'an • Kamis, 5 Oktober 2023 | 12:50 WIB
Foto: Dosen Poltesa lakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pengolahan Buah Rambutan.
Foto: Dosen Poltesa lakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pengolahan Buah Rambutan.

 

SAMBAS – Rambutan menjadi salah satu potensi buah di Kabupaten Sambas. Saat musim, dipastikan melimpah. Namun disisi lain, harga jual rendah tak sebanding dengan biaya panen dan pengangkutan.

Melihat kondisi tersebut, Dosen Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) berinisiatif untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petanpetanii dengan melakukan pengolahan buah rambutan menjadi olahan produk lain.

Dosen Poltesa, khususnya dari Program Studi Agroindustri Pangan (AIP) selanjutnya membentuk tim untuk melakukan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), mereka adalah Junardi SP M.Si, kemudian Anggota 1 Angga Tritisari, ST.,M.M dan Anggota 2 Andi Maryam, S.Si.,M.Pd.

PKM tersebut mengusung tempat "Diversifikasi Produk Berbasis Buah Rambutan dalam Upaya Meningkatkan Nilai Tambah Buah Rambutan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad" yang dilaksanakan pada April - November 2023. Ketua Tim PKM, Junardi menyebutkan PKM ini adalah upaya pendampingan terhadap masyarakat, untuk menambah skill dan pengetahuan guna melakukan diversifikasi berbasis buah rambutan dengan output olahan pangan berupa dodol rambutan, selai rambutan, keripik biji rambutan, dan teh kulit rambutan.

“Dalam PKM, kami memberikan pendampingan pada proses olahan pangan, kami juga sampaikan kepada masyarakat terkait informasi tentang kandungan dan manfaat buah rambutan bagi kesehatan, mengenalkan berbagai macam jenis produk yang dapat dihasilkan dari buah rambutan, bagaimana cara mengolah buah rambutan, memberikan keterampilan dalam packaging (pengemasan) pada produk olahan rambutan, peluang usaha, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan, sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat,” katanya.

Diharapkan melalui pendampingan yang dilakukan, memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya, khususnya masyarakat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas.

Perlu diketahui, rambutan merupakan salah satu produk lokal andalan masyarakat Sambas, khususnya masyarakat Kecamatan Sajad. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas tahun 2019, Kecamatan Sajad adalah penghasil buah rambutan terbesar di Kabupaten Sambas, yaitu berjumlah 10.803 Kw/tahun.

Setiap musim rambutan, terutama saat buah rambutan melimpah, nilai jualnya sangat rendah, dan pernah mengalami dengan kisaran harga hanya Rp2000/ikat dengan berat sekitar 2,5 - 3,5 Kilogram, ini menjadi keluhan dari para petani karena nilai jual tidak sebanding dengan tenaga, waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh petani keluar dari kebun.

Petani merasa serba salah ketika musim rambutan melimpah, jika tidak dipanen, maka pohon rambutan bisa rusak dan tidak berbuah, namun jika dipanen biaya operasionalnya cukup tinggi, petani juga tidak tahu bagaimana cara mengolah buah rambutan ini agar menjadi bahan olahan pangan lain yang dapat dijual.(fah)

Editor : A'an
#petani #Dosen Poltesa #rambutan