SAMBAS – Sejumlah pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Sambas apresiasi dilaksanakannya kegiatan Bincang Pengembangan Pariwisata Sambas atau Bepapas.
Diharapkan ini menjadi ajang mempromosikan potensi kerajinan dan memotivasi pengrajin untuk terus berkarya.
“Ini program yang baik untuk kami para pelaku Ekraf (ekonomi Kreatif), diharapkan kegiatan ini terus dilaksanakan, termasuk mengundang para Local Hero atau masyarakat lokal yang sudah berjuang untuk memajukan potensi desa atau daerahnya,” kata Firman, Pelaku Ekonomi Kreatif, Jumat (6/10).
Dalam kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sambas melalui Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata.
Firman menceritakan bagaimana Kabupaten Sambas yang memiliki banyak potensi yang itu bisa menjadi daya tarik wisata. Diantaranya kerajinan, mulai dari rotan, pandan, tenun serta lainnya.
“Kabupaten Sambas memiliki kekayaan alam luar biasa, dan itu seperti sudah terpetakan, rotan ada di Kecamatan Sejangkung, Selakau maupun Sajingan Besar dengan kerajinan pandan, kemudian ada tenun yang banyak di Sumber Harapan Sambas, sebenarnya apapun ada di Sambas tinggal bagaimana mengembangkan agar mendapatkan nilai tambah yang itu langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Tapi memang, untuk mengembangkan potensi yang ada perlu proses, tak seperti membalik telapak tangan. Terlebih, pada awalnya harus bisa merubah orientasi dari masyarakat pengrajin. Dan itu sangat diperlukan local hero atau masyarakat yang mau berjuang untuk membesarkan potensi yang ada.
“Ini pengalaman ketika kami memberikan pendampingan kepada masyarakat pengrajin rotan di Kecamatan Sejangkung seperti di Piantus dan Parit Raja. Bagaimana orang tempatan yang memiliki semangat juang untuk bersama-sama mengembangkan potensi yang ada, karena semuanya perlu proses, dan bagaimana pendampingan yang diberikan menyesuaikan dengan kearifan lokal warga setempat,” katanya.
Dimana biasanya warga pada pagi hari, menoreh pohon karet, sehingga pada siang hari mereka diajak untuk membuat produk-produk lain yang nantinya akan dipasarkan.
Dirinya pun bersyukur, dari tahap demi tahap pendampingan yang sudah dilakukan. Produk masyarakat, sudah bisa memenuhi permintaan dari masyarakat Kabupaten Sambas, kemudian Kalimantan Barat, diluar pulau Kalimantan bahkan ke Sarawak Kuching Malaysia.
“Biasanya jenis produknya, menyesuaikan dengan permintaan, mulai dari tas, tempat tisu, kursi, meja, kemudian penggabungan rotan dengan bahan lain seperti besi, kayu. Tapi yang memang paling banyak adanya tempat lampu hias yang itu dibuat dari bahan rotan dan besi,” katanya.
Kedepannya, adanya pendampingan-pendampingan yang dilakukan, Kabupaten Sambas bisa menjadi sentra rotan di Kalimantan Barat. Jadi ketika berbicara Kabupaten Sambas, orang luar sudah tahu jika disebutkan dengan produk rotan.(fah)
Editor : A'an