SAMBAS – Hindari genangan air maupun banjir yang terjadi, sejumlah pelajar dan masyarakat Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas bergotong royong bersihkan lingkungan permukiman, termasuk saluran pembuangan air.
Kepala Desa Tebas Sungai, Jusni mengatakan jika di desa beberapa titik rawan terjadi genangan air maupun banjir. Terutama ketika adanya intensitas hujan dan air pasang sungai sedang tinggi.
“Desa kami ada beberapa titik yang rawan terjadi banjir, dan dipastikan akan terjadi
jika hujan lebat bersamaan dengan air pasang tinggi,” kata Kepala Desa Tebas Sungai.
Menurutnya, upaya gotong royong untuk bersihkan lingkungan termasuk saluran pembuangan air, menjadi hal yang bisa mengurangi dampak dari kejadian tersebut.
“Terutama di saat hujan turun dengan intensitas yang lebat, sudah seharusnya bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya adalah dengan membersihkan saluran-saluran air dan parit agar tidak terjadi genangan atau banjir ketika terjadi hujan lebat atau air pasang,” katanya.
Selain dilakukan masyarakat, ada keterlibatan dari pelajar maupun guru dari SMK Negeri 1 Tebas, saat kegiatan gotong royong. “Kami mengapresiasi adanya inisiatif dari warga dalam mengantisipasi terjadinya genangan air dengan melakukan normalisasi parit salah satunya peran aktif dari warga sekolah, salah satunya dari SMK Negeri 1 Tebas yang melibatkan siswa-siswinya,” katanya.
Guru SMK Negeri 1 Tebas, Eko Darmawan menyebutkan sebagai sebuah lembaga pendidikan. Menjadi hal penting untuk bersama-sama dengan masyarakat di lingkungan sekolah, bergotong royong melakukan kegiatan bersih bersih.
“Kami sengaja melibatkan para pelajar dalam kegiatan gotong-royong. Kedepannya, apa yang kami lakukan menanamkan pentingnya kerjasama, saling bahu-membahu dalam menjaga lingkungan, terutama menghadapi musim penghujan dan mencegah penyebaran penyakit yakni
DBD,” katanya.
Warga Desa Tebas Sungai, Rosdiansyah menyampaikan kalau di sekitar Mak Panji Desa Tebas Sungai yang lokasinya dekat SMK Negeri 1 Tebas, paritnya banyak ditumbuhi tanaman liar sehingga saluran pembuangan air tak berfungsi maksimal. “Banyaknya tanaman liar yang tumbuh subur di parit menjadi penghalang aliran air ke muara sungai,” katanya.(fah)
Editor : A'an