SAMBAS – Menanam cabai, bisa menjadi alternatif yang dilakukan warga yang memiliki lahan. Pasalnya dalam satu kali panen, bisa kantongi Rp5 hingga 6 juta dari empat ribu tanaman cabai yang ada.
Hal tersebut diakui Farhan, Petani Cabai yang ada di Desa Sungai Rambah Kecamatan Sambas belum lama ini. Dirinya memiliki sebanyak 4.000 batang, dan untuk saat ini sudah masa panen. Satu kilogram cabainya dibeli Rp50 ribu sehingga sekali panen, bisa meraup Rp5 hingga 6 juta.
“Cabai diambil agen atau pengepul, biasanya Rp50 ribu perkilogram, setiap panen berkisar 100-120 kilogram atau jika diuangkan berkisar Rp5 hingga 6 juta, ini untuk sekali panen. Dan sampai sekarang, saya sudah panen 10 kali, ditargetkan jika tidak diserang hama atau penyakit bisa panen 35 kali,” kata Farhan, yang sudah menekuni pertanian ini sejak SMA dan hingga selesai kuliah sampai sekarang, serta sudah merekrut empat orang karyawan untuk membantunya.
Apa yang dilakukan, sebutnya, diharapkan bisa juga ditekuni warga lain terutama kaum muda. “Sampai sekarang, dan kapanpun, pertanian menjadi sektor yang sangat terbuka lebar. Jadi kami harap peluang seperti ini bisa ditangkap untuk menjadi pelaku usaha sektor pertanian,” katanya.
Farhan juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah pusat maupun daerah bisa hadir memberikan dukungan keberadaan Petani di Kabupaten Sambas, baik dalam membantu peningkatan kapasitas Sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ketua Jaringan Pertanian Nasional Komisariat Kabupaten Sambas, Juliadi mengapresiasi langkah dan semangat pemuda Kabupaten Sambas yang menangkap peluang di sektor pertanian. Bahkan kondisi ini, sudah mulai terlihat sejak 2016, generasi muda mulai menggarap lahan kosong menjadi produktif, diantaranya dengan menanam cabai.
Bahkan, sesuai keterangan dari petani cabai, komoditas pedas dari Sambas sudah merambah hingga ke Pontianak. Diantaranya memenuhi keperluan pedagang cabai di Pasar Flamboyan.
“Sekarang produksi cabai Sambas menjadi penyuplai terbesar di Pasar Flamboyan. Jadi kedepannya, Sambas tak hanya lumbung padi, tapi juga sentra cabai di Kalbar,” katanya.
Sebagai pihak yang berkecimpung dan memperhatikan perkembangan pertanian, Juliadi mengajak pemerintah pusat dan daerah, memberikan program dan kegiatannya untuk peningkatan sektor pertanian di setiap daerah, termasuk mendorong generasi muda untuk tertarik menekuni bidang ini dengan pola smart farming atau pertanian modern.
“Smart farming juga sebagai langkah untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produk yang diolah, sehingga memiliki daya jual yang baik,” katanya.(fah)
Editor : A'an