Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pelajar SMP, Ubah Sampah Jadi Pupuk Ecoenzyme

A'an • Sabtu, 18 November 2023 | 15:24 WIB
Sejumlah pelajar saat mengolah sampah menjadi pupuk ecoenzym.
Sejumlah pelajar saat mengolah sampah menjadi pupuk ecoenzym.

SAMBAS – Sebagai upaya mengurangi dampak sampah. Pelajar SMP Negeri 1 Teluk Keramat mengolah limbah menjadi ecoenzim (Ecoenzyme), yakni hasil fermentasi limbah organic yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pertanian.

Pembuatan ecoenzim tersebut dilakukan sekitar kurang lebih 45 siswa siswi kelas 7 serta sepuluh guru SMP Negeri 1 Teluk Keramat, pada Jumat (17/11).

Kegiatan ini menjadi rangkaian  pembelajaran kurikulum Merdeka yaitu Projek Penguatan Profil Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan.

Koordinator P5 di SMPN 1 Teluk Keramat, Riko Saputra menyampaikan dalam kegiatan tersebut, pelajar bersama guru kelas, secara antusias mengikuti pembelajaran membuat ecoenzim (Ecoenzyme) dari sampah organic.

 “Dalam kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, kami mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan yang bertujuan untuk mengurangi masalah sampah yang ada dilingkungan sekolah dan sekitar yang saat ini berserakan dan belum termanfaatkan,” kata Riko.

Permasalahan tersebutlah, menjadi salah satu dasar pihaknya mengusung tema itu.

Diharapkan, kedepannya sampah yang ada bisa dimanfaatkan bagi kehidupan.

“Kami melihat sampah, terutama organic bisa dimanfaatkan menjadi produk yang akan membantu masyarakat, diantaranya Ecoenzyme yang ramah lingkungan. Begitu juga dengan sampah anorganik bisa dijadikan kerajinan bernilai ekonomi tinggi,” kata Riko yang juga guru Bahasa Indonesia ini.

Tak hanya itu, melalui pembelajaran ini bagian membangun kesadaran siswa siswi untuk menerapkan kehidupan yang ramah lingkungan.

“Melalui pembelajaran ini, kami juga ingin  membangun kesadaran siswa siswi untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempromosikan gaya hidup serta perilaku yang lebih berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, dengan kata lain, kegiatan bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir siswa siswi supaya lebih kreatif dan inovatif terkait permasalahan sampah,” katanya.

Siswa siswa yang ikut pun mengaku antusias. Seperti disampaikan Putri, siswi kelas 7A. Dia mengaku pembelajaran praktik seperti ini sangat menyenangkan.

Lantaran, tak hanya teori, namun langsung praktek untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Kami mengolah berbagai sampah dari buah dan sayur untuk dicampur dengan gula dan air nantinya akan dijadikan pupuk cair, sedangkan minggu depan kami mengolah sampah dari limbah plastik seperti bungkus es, botol dan lain-lain untuk dijadikan karya berupa kerajinan seperti bunga hias maupun barang barang hiasan ataupun yang bermanfaat lainnya,” katanya.

Diakuinya, melalui program yang diterapkan di sekolahnya. Juga menjadi pembelajaran untuk kedepannya, kalau barang limbah bisa diolah memberikan manfaat bagi manusia.

“Hasil dari pelajaran bisa diterapkan dirumah seperti Ecoenzim bisa digunakan untuk tanaman pekarangan dan karya kerajinan bisa dijadikan barang untuk dijual sehingga menghasilkan uang tambahan,” katanya.

Ecoenzim merupakan fermentasi dari limbah organik dapur menjadi bahan yang bisa dimanfaatkan untuk alam dan manusia.

Diantaranya dibidang pertanian, yang berfungsi sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami, filter air maupun pupuk alami.(fah)

Editor : A'an
#pupuk #Dampak Sampah #limbah #Pupuk Ecoenzyme