SAMBAS – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas G Eko Prabowo mengatakan tak lama lagi kabupaten ini akan memiliki Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM).
Lembaga ini merupakan perpanjangan tangan Badan POM RI. Diharapkan adanya lembaga tersebut akan memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat.
Loka POM Kabupaten Sambas akan hadir menyusul berdirinya Balai POM di Jakarta.
"Pak Bupati (Satono) Sambas langsung hadir untuk menandatangani prasasti pembangunan di Blai POM RI di Jakarta. Hal ini menjadi bentuk perhatian serius kepala daerah dalam hal kesehatan masyarakat,” kata Prabowo.
Menurutnya, pembangunan Loka POM Sambas berdiri di Jalan Pembangunan atau tepatnya disamping Kantor Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Sambas.
“Lahan yang Disiapkan kurang lebih 3000 meter persegi, yang itu merupakan hibah dari Pemkab Sambas,” katanya.
Pembangunannya, sebutnya, menggunakan anggaran dari Badan POM RI, yang itu akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2024 atau tahun depan.
“Anggaran untuk pembangunan gedung dari Badan POM RI, Pemkab hibah untuk lahan lokasi, artinya untuk lahan, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM), sudah siap, tinggal menunggu pembangunannya,” ucapnya.
Disampaikan Prabowo, Loka POM Sambas nantinya menjadi lembaga dibawah UPT Balai POM Pontianak, sehingga sesuai tugas pokok dan fungsi pada umumnya sama dengan Balai POM pusat, dimana Loka POM merupakan perpanjangan tangan dari Badan POM RI dan Balai POM Provinsi.
“Sesuai tupoksinya, Loka POM Sambas menyelenggarakan pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku.
Obat dan makanan yang dimaksud terdiri atas obat, bahan obat, narkotik, psikotropika, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik dan bahan pangan. Kalau di Amerika Serikat itu disebut Food Drug Administration (FDA),” ucapnya.
Kondisi ini, sebutnya, menjadi keuntungan bagi Kabupaten Sambas. Terlebih, kabupaten lain banyak juga belum memiliki Loka POM.
“Ini menjadi keberuntungan dari Kabupaten Sambas, karena tidak semua kabupaten memiliki Loka POM,” katanya.
Lantas kenapa Kabupaten Sambas dipilih. Disebutkannya, lantaran Sambas merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara luar yakni Malaysia.
Sehingga dianggap menjadi daerah yang tinggi arus manusia, mobilitas makanan termasuk obat obatan.
“Dibangunnya Loka POM di Kabupaten Sambas, karena daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Sehingga dianggap perlu untuk membentuk UPT sendiri di Sambas dikarenakan arus manusia, makanan dan obat sangat tinggi.
Diharapkan adanya unit tersebut akan meningkatkan sisi pengawasan peredaran, yang tujuannya memberikan rasa aman bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Sambas. (fah)
Editor : A'an