Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pengrajin Tenun Sumber Harapan Sambas Agendakan Pameran

A'an • Selasa, 9 Januari 2024 | 12:02 WIB

 

 

PENENUN: Sukardi, penenun Desa Sumber Harapan saat hadiri kegiatan podcast di Kopi Rindu
PENENUN: Sukardi, penenun Desa Sumber Harapan saat hadiri kegiatan podcast di Kopi Rindu
 

 

SAMBAS – Sejumlah pengrajin kain tenun songket Sambas di Desa Semberang Kecamatan Sambas, merencanakan agenda Pameran Kain Tenun di wilayahnya di tahun ini. Diharapkan hal tersebut menjadi bagian dari promosi kekayaan warisan budaya di Kabupaten Sambas.

Hal tersebut disampaikan Sukardi, pengrajin Tenun Sambas Desa Semberang yang merupakan anak dari Nek Dare penenun senior desa tersebut, Senin (8/1) saat Kegiatan Podcast Berbicara Pengembangan Kepariwisataan Sambas atau Bepapas yang digelar Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sambas melalui Bidang Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata.

“Kami di 2024, mencanangkan agenda atau event yang akan dilaksanakan di Desa Sumber Harapan, yakni pameran kain tenun,” kata Sukardi.

Even ini nantinya menjadi ajang para pengrajin tenun Sumber Harapan yang merupakan Desa Wisata Tenun untuk pamerkan karyanya agar bisa dilihat masyarakat yang datang.

Diharapkan nanti kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sambas terutama Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

Dimana, saat ini sebutnya, pengrajin tenun yang ada di Desa Semberang berkisar kurang lebih 300 orang. Nantinya, semua karya akan ditampilkan diajang tersebut.

“Kami hitung sekitar 300 an penenun yang masih aktif, terutama mulai dari warga yang tinggal di RT 1 sampai 13, rerata mereka masih menenun,” katanya.

Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga akan menggandeng pihak pengrajin rotan yang ada di Kecamatan Sejangkung, agar bisa bersama-sama dengan pengrajin tenun melaksanakan pameran.

“Rencana dalam kegiatan yang akan digelar Agustus nanti, bisa menggandeng pengrajin tenun di Kecamatan Sejangkung, sehingga masyarakat yang datang bisa melihat kerajinan rotan serta kain tenun,” katanya.

Tak hanya itu, bisa saja kedepannya juga dirangkai dengan kegiatan lain. Misalnya dengan dilaksanakan lomba sampan.

“Kami sebelumnya pernah melaksanakan gelar lomba sampan, dan hadiahnya yang biasanya dari medali, kami ganti dengan syal atau kain tenun yang khusus dibuat untuk diberikan kepada para juara, mudah-mudahan even ini bisa kembali digelar dan menjadi satu rangkaian pameran tenun nantinya,” katanya.

Dirinya berharap, melalui ajang ini juga menjadi daya tarik bagi kawula muda untuk terjun menjadi penenun. Dikarenakan, kerajinan ini membutuhkan keahlian khusus yang harus ditekuni.

“Di desa kami, memang ada generasi muda yang terjun belajar tenun, tapi memang jumlahnya tak banyak, diadakannya kegiatan tersebut diharapkan menjadi motivasi anak anak muda untuk terjun menjadi penenun,” katanya.

Terlebih, saat ini berbagai produk bisa dibuat dengan bahan dasar tenun, mulai dari songkok, syal, gantungan kunci, tas, dompet dan lainnya. Diharapkan dengan adanya generasi muda, memberikan warna tersendiri bagi hasil tenun Sambas.

“Kalau jaman ibu saya (Nek Dare), penenun itu membuat kain, tapi sekarang sudah banyak hasilnya, mulai dari tanjak, songkok, syal, dompet, tas, karena memang harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk membuat produk turunan tenun menjadi barang yang harganya terjangkau bagi seluruh kalangan,” katanya.(fah)

Editor : A'an
#kain tenun #pameran #Bepapas #sambas #budaya #pengerajin