SAMBAS – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas bersama pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemangkat akan melakukan audit maternal atas kasus kematian ibu dan anak (KIA) yang terjadi di RSUD Pemangkat.
Kegiatan audit maternal adalah metode yang digunakan untuk menelaah kasus KIA yang terjadi di suatu daerah. "Kami akan melakukan audit maternal atas kasus tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, Kamis (1/8).
Ditanya mengenai kronologi dan penyebabnya, Ganjar menyatakan pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih jauh.
Hal ini dikarenakan hasil audit maternal harus ditunggu terlebih dahulu. "Kami perlu melakukan audit maternal di RSUD, jadi kami belum berani menyimpulkan penyebab kematian ibu dan bayi yang terjadi di RSUD Pemangkat," katanya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pemangkat, dr. Rudy, membenarkan bahwa kasus kematian ibu dan anak terjadi di RSUD Pemangkat. "Iya benar, kasus tersebut terjadi di RSUD Pemangkat," katanya. Pihaknya juga menyampaikan kronologi kejadian saat dikonfirmasi oleh koran ini.
Dijelaskan Rudy, pasien tersebut adalah rujukan dari Puskesmas Sekura, Kecamatan Teluk Keramat. Pasien tiba di RSUD Pemangkat pada pukul 00.15 WIB dalam keadaan tidak sadar atau koma.
Pada pukul 00.25 WIB, dilakukan pemeriksaan USG oleh dokter kebidanan, dan pasien mengalami pendarahan di dalam serta bayi sudah meninggal (IUFD). Sehingga perlu dilakukan rencana operasi.
Pada pukul 00.45 WIB, dilakukan konsultasi dengan dokter anestesi, instruksi perbaikan keadaan umum, transfusi darah satu kantong, dan persiapan ruang operasi serta ICU.
Begitu ruang operasi siap, sekitar pukul 02.35 WIB dilakukan operasi oleh dokter kebidanan yang didampingi dokter bedah di ruang operasi, dengan transfusi dua kantong darah.
Sekitar pukul 04.30 WIB, setelah operasi pasien langsung dipindahkan ke ICU dan mendapatkan tambahan darah sebanyak empat kantong. Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, pasien mengalami cardiac arrest/henti jantung, sehingga dilakukan resusitasi/RJP. Pasien dinyatakan meninggal sekitar pukul 11.15 WIB.
Sebagai masyarakat dan salah satu teman keluarga pasien, Juliadi menyampaikan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian pihak terkait agar tidak terjadi lagi di masa depan.
Dirinya berharap hasil audit maternal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan pihak RSUD Pemangkat dapat segera disampaikan kepada pihak keluarga.
Perlu diketahui, Audit Maternal Perinatal (AMP) merupakan metode penelaahan bersama atas kasus kesakitan dan kematian ibu serta perinatal dengan menerapkan sejumlah informasi dan pengalaman untuk mendapatkan masukan mengenai intervensi yang paling tepat dilakukan di suatu daerah. (fah)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro