SAMBAS — Biasanya menyaksikan lewat layar televisi, masyarakat Desa Tri Mandayan, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, berkesempatan bertemu langsung dengan Panji Petualang pada Kamis (22/8). Bahkan, warga mendapatkan pengetahuan dan berinteraksi langsung dengan pria bernama asli Muhammad Panji terkait dunia reptil.
Dalam kesempatan tersebut, Panji Petualang memperagakan sikap yang tepat jika bertemu dengan ular, terutama yang memiliki bisa beracun. Pria kelahiran 1989 ini langsung memberikan praktek menggunakan ular sanca.
“Apabila bertemu dengan ular di hutan, tidak perlu panik. Jika Anda tidak merasa terganggu, ular tidak akan mengganggu atau menyerang manusia,” kata Panji. Namun, bagaimana jika ular tersebut sudah menyerang manusia, misalnya melilit atau menggigit? “Ketika tidak sengaja tergigit atau terlilit ular sanca, perlu tenang untuk melepaskan gigitannya. Lepaskan lilitannya dari bagian kepala ular, bukan dari ekornya,” jelasnya.
Ia juga meminta Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Komunitas Pecinta Alam (KPA) di hutan gambut Intuyut, Desa Tri Mandayan yang sering keluar masuk hutan agar selalu waspada. Lahan gambut menjadi tempat yang cocok bagi ular untuk berkembang biak. “Lahan gambut seperti di Tri Mandayan sangat cocok sebagai tempat perkembangbiakan ular karena masih asri dan sumber rantai makanan seperti burung, tikus, dan tupai tercukupi,” katanya.
Dengan menjaga kelestarian hutan lahan gambut, juga turut melindungi berbagai ekosistem lainnya. Ini juga bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada generasi penerus tentang kepedulian terhadap lingkungan. “Penanaman bibit yang dilakukan akan memperkaya sumber daya alam di hutan lahan gambut," ujarnya.
"Semoga ke depan, banyaknya pepohonan dapat menjadi ruang belajar alam. Harapan kami, kawan-kawan di kelompok masyarakat dan pemuda Tri Mandayan bisa terus menjaga kelestarian alam gambut dan menjadi contoh bagi kelompok di wilayah lainnya,” tambahnya. Edukasi reptil yang disampaikan Panji Petualang merupakan bagian dari Ekspedisi Khatulistiwa Semarak Kemerdekaan 17 Agustus pada Kamis (22/8), yang juga mencakup kegiatan melestarikan lingkungan, seperti aksi penghijauan di lahan gambut bekas terbakar. (fah)
Editor : Miftahul Khair