SAMBAS – Tim Visitasi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI mengunjungi Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin (IAIS) Sambas, Kamis (31/10). Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam proses perubahan status kampus menjadi universitas.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Rektor IAIS Sambas, Arnadi Arkan, menyampaikan harapan akan doa dan dukungan masyarakat dalam upaya menjadikan IAIS Sambas sebagai Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas.
Dia menjelaskan bahwa perubahan ini akan memberikan banyak dampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah. “Dengan menjadi universitas, IAIS Sambas akan mampu melahirkan lulusan yang unggul dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Sambas, karena ini akan membuka lebih banyak kesempatan untuk pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Arnadi.
Langkah ini merupakan upaya signifikan dari IAIS Sambas di tengah tuntutan dunia pendidikan. “IAIS mengambil langkah besar dalam meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan di wilayah perbatasan. Ini juga merupakan momen bersejarah bagi Kabupaten Sambas,” tambahnya.
Diharapkan, visitasi ini akan mempercepat proses menuju perubahan status tersebut. “Kegiatan visitasi ini adalah bagian dari proses evaluasi kesiapan IAIS Sambas untuk bertransformasi menjadi universitas. Kami yakin dan optimis bahwa perubahan ini akan berhasil, dan kami siap dievaluasi dari berbagai aspek,” jelasnya.
Visitasi ini mencakup evaluasi kurikulum, fasilitas, kualitas tenaga pengajar, serta tata kelola kampus, guna memastikan bahwa IAIS Sambas memenuhi standar nasional perguruan tinggi. Tim kementerian juga melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek pendukung yang diperlukan untuk menjadi universitas.
Ketua Pembina Yayasan Akhlakul Karimah, Fathan A Rasyid, menyampaikan dukungan penuh terhadap usulan perubahan ini. “Kami berharap visitasi ini berjalan lancar dan menghasilkan outcome positif, sehingga IAIS Sambas segera bertransformasi menjadi universitas,” katanya.
Apabila IAIS Sambas berhasil menjadi universitas, ini akan menjadi salah satu yang pertama di Kabupaten Sambas. Cita-cita ini perlu diperjuangkan bersama. “Sebagai universitas pertama di Kabupaten Sambas, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” tuturnya. (fah)
Editor : Miftahul Khair