Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mahasiswa Perbatasan Miliki Potensi Pecahkan Masalah Lokal

Miftahul Khair • Sabtu, 2 November 2024 | 15:36 WIB
FOTO BERSAMA: Dosen Untan Firdaus saat diskusi bersama para mahasiswa dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Sambas.
FOTO BERSAMA: Dosen Untan Firdaus saat diskusi bersama para mahasiswa dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Sambas.

SAMBAS - Mahasiswa Kabupaten Sambas, yang berasal dari daerah perbatasan, memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan positif. Namun, mereka juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi.

Firdaus, Dosen Ilmu Politik Universitas Tanjungpura, menyoroti potensi yang dimiliki mahasiswa dari daerah perbatasan, termasuk Kabupaten Sambas. Dia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, agar institusi pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Tujuannya agar potensi ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong perubahan yang konstruktif.

Menurutnya, semangat juang mahasiswa di Sambas mencerminkan dinamika yang menarik dalam konteks pendidikan dan pengembangan masyarakat. Mahasiswa di daerah ini umumnya memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan sering terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, menunjukkan komitmen mereka untuk membawa perubahan positif.

“Dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mahasiswa sering kali mengembangkan ide-ide kreatif untuk memecahkan masalah lokal, seperti program kewirausahaan dan inisiatif lingkungan,” tambahnya.

Mahasiswa yang aktif dalam organisasi dan komunitas memiliki kesempatan untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama. Dukungan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi juga memberikan mereka alat untuk memperluas jangkauan pengaruh, baik dalam belajar maupun mempromosikan inisiatif sosial.

Namun, di balik semua potensi ini, mahasiswa Kabupaten Sambas juga menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun fasilitas pendidikan, dapat menghambat upaya mereka. Selain itu, sikap masyarakat yang kadang kurang mendukung atau memahami inisiatif mahasiswa menjadi hambatan tersendiri.

“Masih ada persepsi negatif terhadap mahasiswa, terutama terkait protes atau demonstrasi, yang dapat membuat mereka ragu untuk bersuara atau bertindak. Tekanan akademis dan ekspektasi dari lingkungan sekitar juga bisa menimbulkan stres, yang berdampak pada melemahnya semangat mereka,” tutup dia. (fah)

Editor : Miftahul Khair
#perbatasa #sambas #mahasiswa