SAMBAS – Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sambas akan diramaikan oleh wisatawan pada penghujung tahun ini. Selain ada momen libur Natal dan Tahun Baru, libur sekolah juga diprediksi akan meningkatkan tingkat kunjungan.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, mengharapkan kepada pengelola tempat wisata, terutama pantai, laut, dan penyedia jasa transportasi sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia berharap, kepolisian menambah personel pengawas di tempat wisata. “Pengelola tempat wisata harus memiliki petugas yang melakukan pengawasan terhadap pengunjung. Jika memang berbahaya, pengunjung harus diberi peringatan untuk tidak mandi di pantai atau laut,” katanya.
Selain itu, menjelang libur sekolah, Yakob Pujana juga berharap agar orang tua lebih mengawasi anak-anak mereka jika akan berekreasi di tempat wisata. Ia menyebutkan bahwa cuaca saat ini sering hujan, bahkan disertai angin kencang dan petir.
Oleh karena itu, orang tua harus lebih selektif dalam menentukan tempat tujuan liburan saat anak-anak libur sekolah. “Harus memilih tempat rekreasi yang tidak rawan terhadap perubahan cuaca,” katanya.
Jika harus memilih tempat wisata alam, seperti pantai atau laut, pengawasan yang lebih ketat harus dilakukan kepada anak-anak mereka. Hal ini bertujuan agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
“Harus ada pengawasan ekstra dari orang tua, terutama bagi yang memiliki anak kecil atau yang tidak bisa berenang. Orang tua harus lebih ketat melakukan pengawasan,” lanjutnya.
Hal ini mengingat kondisi cuaca yang kurang menentu, dengan hujan yang sering disertai angin kencang, serta potensi gelombang laut yang lumayan tinggi. Berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan oleh BMKG, dalam tiga hari ke depan, yakni Rabu-Jumat (11-13/12), intensitas hujan sedang hingga lebat diperkirakan akan terjadi di wilayah Kabupaten Sambas.
Selain hujan, kondisi tersebut juga akan dibarengi dengan petir dan angin kencang. BMKG juga menyampaikan prakiraan gelombang perairan, di mana pada Rabu-Jumat (11-13/12), ketinggian gelombang yang terjadi diperkirakan sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.
Bagi perahu nelayan, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,26 meter bisa berbahaya. Bagi kapal tongkang, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,4 meter.
Untuk kapal feri, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sementara untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo, kecepatan angin lebih dari 28 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.
Diharapkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir yang berpotensi mengalami gelombang tinggi selalu waspada. (fah)
Editor : Miftahul Khair