SAMBAS — Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Kodim 1208/SBS terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinasi dan komunikasi aktif dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran program tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar, menyampaikan bahwa berbagai persiapan terus dimatangkan guna menyukseskan program MBG di Kabupaten Sambas. Ia berharap koordinasi yang berjalan baik akan mendukung keberhasilan program tersebut saat diterapkan.
"Saat ini, program MBG belum dilaksanakan di Kabupaten Sambas, masih dalam tahap persiapan," kata Fery, Rabu (8/1). Ia menambahkan bahwa pemantapan terus dilaksanakan bersama Kodim 1208/Sambas, yang menjadi penanggung jawab utama program ini.
"Kodim 1208/SBS menjadi leading sector dalam program MBG di Kabupaten Sambas di bawah komando Dandim. Namun, seluruh pihak akan bersama-sama mendukung kesuksesan program ini," lanjutnya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, berharap pelaksanaan program MBG di Sambas dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang menjadi penerima manfaat. "Kami mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sambas. Diharapkan program ini berjalan dengan baik," ujarnya.
Sebagai referensi, Swedia telah lama dikenal sebagai pelopor penyediaan makan bergizi gratis di sekolah, menjadikannya contoh ideal bagi negara lain, termasuk Indonesia, yang mulai mengimplementasikan program ini sejak 6 Januari 2025.
Berdasarkan laporan resmi Food and Agriculture Organization of the United Nations, Swedia telah menyediakan makan bergizi gratis untuk semua siswa berusia 7 hingga 16 tahun, serta sebagian besar siswa berusia 16 hingga 19 tahun, sejak 1940-an. Inisiatif ini bertujuan memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal.
Keberhasilan Swedia didukung oleh enam pedoman kualitas yang ditetapkan oleh Badan Pangan Swedia: makanan harus lezat, bergizi, ramah lingkungan, menyenangkan, terintegrasi dalam kegiatan pendidikan, dan menarik.
Program ini dikelola secara desentralisasi, dengan pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyediaan dan pendanaan makanan melalui pajak lokal, memastikan kebutuhan dan preferensi lokal terpenuhi secara efektif.
Menurut Centre for Economic Policy Research, program makan siang sekolah dasar di Swedia menunjukkan dampak positif jangka panjang, seperti peningkatan tinggi badan, tingkat pendidikan, dan kesehatan anak secara keseluruhan. Hal ini menegaskan pentingnya nutrisi yang baik selama masa kanak-kanak untuk kesejahteraan ekonomi dan kesehatan di masa dewasa.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto, menjelaskan peran TNI dalam mendukung program MBG yang telah berjalan sejak Senin (6/1). Jenderal bintang dua tersebut menyatakan bahwa tiga matra TNI dilibatkan dalam pelaksanaan program ini.
"Sebanyak 351 kodim, 14 lantamal, dan 41 lanud telah disiapkan di seluruh Indonesia sesuai daerah prioritas yang ditentukan pemerintah. TNI mendukung logistik, termasuk distribusi bahan makanan ke wilayah-wilayah terpencil. Operasionalisasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dilaksanakan melalui kodim, lantamal, dan lanud," jelas Hariyanto. (fah)
Editor : A'an