SAMBAS – Direktur Politeknis Negeri Sambas (Poltesa), Yuliansyah, berharap pembangunan rumah pengolahan produk pangan atau teaching factory pengolahan produk pangan yang ada di Poltesa dapat memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa dan dampak positif bagi daerah.
Menurut Yuliansyah, Poltesa terus berupaya menjawab tuntutan zaman sebagai kampus vokasi. Salah satu langkah terbarunya adalah menghadirkan dunia industri dalam skala yang lebih kecil, atau mini industry, di kampus.
"Keberadaan teaching factory pengolahan produk pangan diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai rantai produksi, mulai dari bahan mentah, bahan setengah jadi, hingga produk jadi, termasuk pengemasan. Meski dengan skala kecil, ini merupakan bentuk nyata dari produksi tingkat besar," ujar Yuliansyah dalam peresmian teaching factory pengolahan produk pangan Poltesa pada Jumat (10/1).
Tak hanya itu, ke depannya, produk hasil dari teaching factory ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut, memberikan dampak bagi kampus, dan tentunya bagi mahasiswa itu sendiri.
"Ini berbasis produk, dan kedepannya dapat menjadi sumber pendapatan bagi kampus. Produk ini nantinya akan dikelola dengan memperhatikan standar seperti SNI, BPOM, dan lainnya, sehingga produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas," katanya.
Poltesa juga berencana untuk mengolah potensi pangan lokal dari Kabupaten Sambas. Mulai dari sagu, jagung, hingga minyak merah, yang merupakan produk turunan dari sawit.
"Kami juga nantinya akan memproduksi minyak merah. Kami mendapatkan bantuan peralatan dari program Berdikari, dan akan memulai produksi minyak merah yang terbuat dari sawit, yang banyak ditemukan di Kabupaten Sambas. Ini akan memberikan banyak manfaat, terutama kandungan vitaminnya yang bisa digunakan untuk memasak. Insya Allah, produksi akan dimulai tahun ini," tambahnya. (fah)
Editor : Miftahul Khair