PONTIANAK POST - Keragaman budaya yang dimiliki masyarakat Kabupaten Sambas. Harus dilestarikan dan menjadi pemerkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sambas H Satono ketika membuka acara Festival Seni dan Budaya Nusantara, bertemakan "Budaya Merajut Kebersamaan dan Memperkokoh Persatuan", yang dilangsungkan di Terminal Sambas.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Sabtu (25/1), dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2576. Diisi dengan berbagai kegiatan budaya, mulai dari tari, hingga acara hiburan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sambas, sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang melaksanakan kegiatan. Diharapkan masyarakat terhibur, dan sama sama menjaga keamanan. Jadikan momen ini untuk melestarikan budaya dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Bupati Sambas dihadapan seribuan masyarakat yang menyaksikan kegiatan.
Orang nomor satu di Kabupaten Sambas juga sampaikan kepada masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek agar merayakannya dengan kesederhanaan, mengingat masih banyak saudara-saudara kita masyarakat Kabupaten Sambas yang terdampak musibah banjir di beberapa wilayah. "Selamat Tahun Baru Imlek 2576, semoga kita semua diberikan kebahagiaan dan kesuksesan," katanya.
Edenia Yadanna SE, Ketua Festival Seni dan Budaya Nusantara 2025 menyampaikan di tahun ini, festival seni dan budaya nusantara diisi dengan penampilan barongsai, tarian tiga etnis, tarian tradisional Tionghoa. “Selain penampilan tarian barongsai, tarian 3 etnis, tarian tradisional Tionghoa, kegiatan akan dimeriahkan dengan penampilan penyanyi dari ibu kota yakni Anny Lay,” katanya. Dirinya berharap, kegiatan berlangsung secara sukses hingga selesai. “Kami berharap festival tahun ini berlangsung dengan làncar, aman dan dapat menghibur masyarakat ramai,” katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana mengapresiasi pelaksanaan Festival Seni dan Budaya Nusantara, yang kembali digelar di 2025. Diharapkan, ini menjadi kegiatan tahunan dalam rangka mengenalkan dan mempertahankan budaya budaya yang ada di Kabupaten Sambas.
“Kami akan terus mensupport kegiatan seperti ini, terlebih sejumlah anak muda juga unjuk diri terlibat dalam kepanitiaan, diharapkan ini akan menjadi sesuatu yang positif,” kata Yakob.
Selain itu, dalam kegiatan yang dilakukan, juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, karena akan ramai warga datang sehingga membuka peluang ekonomi.
“Dikawasan Terminal Sambas, banyak pedagang, sehingga ramainya orang yang datang menyaksikan kegiatan, akan memberikan dampak positif,” katanya. Sehingga selain melestarikan budaya, kegiatan ini akan memberikan dampak perekonomian bagi daerah.(fah)
Editor : A'an