PONTIANAK POST – Bulog Kalimantan Barat berupaya menyerap sebanyak mungkin beras dari hasil panen petani di wilayah ini, termasuk dari Kabupaten Sambas. Pimpinan Bulog Wilayah Provinsi Kalbar, Dedi Aprilyadi, menyampaikan bahwa Bulog memiliki sepuluh unit gudang di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Diharapkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan beras hasil serapan dari gabah petani. "Bulog memiliki sepuluh unit gudang di Kalimantan Barat, yang diharapkan dapat menyimpan sebanyak mungkin beras dari gabah petani," ujar Dedi baru-baru ini.
Sebagai langkah awal, pada Selasa (4/2), Bulog Kalbar telah menyerap delapan ton beras petani di Kabupaten Sambas dari target lima ribu ton untuk tahun ini. "Alhamdulillah, sebagai tahap awal, Bulog telah menyerap beras dari petani di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas. Kami berharap target serapan beras tahun 2025 dapat tercapai," tambahnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Florentinus Anum, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong petani untuk meningkatkan hasil pertanian. Salah satu faktor utama yang harus diperhatikan adalah penggunaan benih unggul. "Benih adalah jantung pertanian. Makanya, benih harus unggul agar dapat berkembang dengan baik," katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kalimantan Barat menargetkan luas tanam padi 615.000 hektare, yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Pihaknya mengapresiasi upaya petani di Kabupaten Sambas yang terus meningkatkan produksi sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Sementara itu, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Kalbar, Anjar Suprapto, menekankan bahwa penyerapan beras dari petani merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah. "Jika beras hasil panen petani dapat diserap secara maksimal, maka ini akan memberikan motivasi kepada petani dan mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI," ujarnya.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dare Nandung, Kecamatan Semparuk, Sukiman, menyebutkan bahwa pada 2025 ditargetkan 5.000 ton beras akan disalurkan. Untuk tahap awal, Bulog telah menyerap delapan ton beras. "Selain menyiapkan beras untuk diserap Bulog, kami juga melakukan penangkaran benih berlabel putih dengan kualitas Inpari 48 di lahan seluas 2 hektare serta Inpari 32 di lahan seluas 5 hektare. Ini merupakan bagian dari upaya mencapai target serapan Bulog," katanya.
Sebelumnya, Bupati Sambas Satono menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian, mengingat sebagian besar masyarakat Kabupaten Sambas bergantung pada sektor ini. "Jika produktivitas pertanian meningkat, maka akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan dan kemajuan daerah. Hampir mayoritas masyarakat Kabupaten Sambas menggantungkan hidup pada sektor pertanian," jelasnya. (fah)
Editor : A'an